BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Keadaan dimana penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas PTM makin meningkat merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan, tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia.

Kader Paguyuban PTM dengan siaga dan ramah menerima kedatangan masyarakat.

Dalam rangka deteksi dini dan Pencegahan PTM di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi di bentuklah Paguyuban Penyakit Tidak Menular. Paguyuban PTM mulai dibentuk pada bulan Februari 2019 dan berjalan sampai sekarang. Dengan binaan UPTD Puskesmas Karangjati dengan melibatkan kerja sama antara Petugas Puskesmas dan Kader dari Desa Brangol .

Warga Masyarakat dengan sabar dan antri melaksanakan pemeriksaan PTM

Paguyuban PTM  ini di bentuk mempunyai beberapa tujuan, diantaranya : menjangkau masyarakat yang masih sehat (umur 15 – 59 tahun) agar melakukan skrining kesehatan sesuai standar minimal setahun sekali, mendorong masyarakat mengakses upaya promotif dan preventif agar dapat memelihara dan meningkatkan kesehatannya, menjangkau masyarakat yang “merasa sehat “ agar dapat dideteksi secara dini Faktor Resiko PTMnya, mendorong masyarakat yang berpotensi sakit PTM agar segera dirujuk ke Fasilitas Kesehatan agar mendapatkan penanganan sesuai standar serta mendorong masyarakat agar menjadi peserta JKN.

Pada hari ini Jumat, 25 Oktober 2019 Paguyuban PTM  Dusun Puntuk dan Dusun Brangol dilaksanakan di Balai Desa Brangol dengan total pengunjung yang diperiksa sebanyak 67 orang dari anggota sejumlah 92 Orang

Petugas Puskesmas Karangjati melaksanakan pemeriksaaan PTM

Kegiatan di Paguyuban PTM hampir mirip dengan posyandu balita. Di dalamnya ada beberapa meja (meja 1 s/d 5) yaitu Meja I : Registrasi, meja II : wawancara oleh petugas pelaksana, meja III : Pengukuran tinggi badan, berat badan, IMT, lingkar perut, analisa lemak tubuh, pengukuran tajam penglihatan / pendengaran, meja IV : Pengukuran tekanan darah, kolesterol total, gula darah, pemeriksaan gangguan mental emosional, meja V : Identifikasi faktor resiko PTM, konseling/edukasi dan tindak lanjut.

Perangkat Desa juga mengikuti pemeriksaan PTM yang di laksanakan petugas Puskesmas Karangjati

Tingginya minat warga yang secara sadar datang ke Paguyuban PTM  untuk memeriksakan diri membuat pelaksanaan program ini bisa dibilang sukses mencapai tujuannya. Selain itu juga di tunjang dengan mobilisasi Lansia yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa. Dan dari hasil pemeriksaan, ada beberapa warga yang terdeteksi menderita Penyakit Tidak Menular ( PTM ). Upaya yang dilakukan adalah melakukan konseling / edukasi serta melakukan upaya rujukan ke Fasilitas Kesehatan agar yang bersangkutan mendapatkan pengobatan sebagaimana mestinya.

Pemdes Brangol melaksanakan penjemputan Lansia dengan Mobil Siaga Desa

Pihak Pemerintah Desa Brangol serta UPTD Puskesmas Karangjati berharap kegiatan Paguyuban Penyakit Tidak Menular (PTM) ini tetap berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya dan di masa mendatang. Dengan harapan akan lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan dan berupaya secara sadar dan mandiri untuk memelihara serta meningkatkan derajat kesehatannya. (masabas)

Share and Enjoy !

Shares