Brangol.Ngawikab.id – Di zaman yang serba canggih dan modern ini, di himbau kepada semua warga masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada. Tidak sedikit orang yang menjadi korban dari penipuan lewat SMS (Short Message Service) dan lewat telepon. Biasanya korban yang kena tipu itu mengalami kerugian, yang umumnya material.

Korban terkena bujukan dan rayuan karena pelaku pintar memainkan kata-kata dengan isi SMS yang membuat target menjadi percaya. Sehingga, dengan modal memainkan emosi korban via SMS, tidak sedikit yang terkena bujuk rayuan sehingga dengan gampangnya memberikan harta secara gratis. Supaya Anda tidak menjadi korban penipuan lewat SMS dan telepon, sebaiknya kenali dulu pola yang dikirimkan oleh si pelaku, sehingga korban mudah terbujuk.

Sebuah pesan sms yang pernah di terima penulis(dok.des.id-bs)

Siapa sih yang tidak tertarik jika mendapatkan hadiah, apalagi didapatkannya tidak dengan susah payah. Namun, jika Anda mendapatkan SMS berhadiah dengan pola seperti itu sebaiknya berhati-hati, kalau bisa dicek terlebih dulu atau abaikan saja.Seperti pesan singkat (SMS) dari Whatsapp. “Selamat kepada Anda sebagai Pengguna setia whatsApp. No.WhatsApp Anda Meraih Hadiah Cek Tunai Rp. 100.000.000,- Dari Program Promo Undian PT WHATSAPP INDONESIA dengan CODE PIIN(2547afr) u/info klik: ptwhatsapp888.blogspot.com”.Intinya dari penipuan lewat SMS tersebut, apabila korban terbujuk kemudian menghubungi pelaku. Karena undian hadiah ini tanpa kuis dan otomatis mendapatkannya, maka si penipu itu menggiring korban dengan meminta sejumlah uang ke rekening pelaku.

Sebuah pesan sms yang pernah di terima penulis (dok.des.id-bas)

Modus penipuan lewat SMS yang lama adalah “Mama Kehabisan Pulsa. Kirim Yah”. Isi SMS tersebut sudah tidak aneh, bahkan bisa dikatakan populer dan tidak sedikit yang menjadi korban saat itu. Kemudian Modus selanjutnya dari penipuan lewat Telepon adalah mengaku seorang polisi mengabari bahwa salah satu anggota keluarga mengalami musibah seperti kecelakaan. Kemudian kita di giring untuk secepatnya mengirim uang untuk biaya pengobatan atau operasi korban. Ada lagi kita di dengarkan suara orang menangis minta tolong di bebaskan. Kemudian isi pembicaraan penipu mengabari anggota keluarga kita terkena kasus Narkoba, dan secepatnya kita mengirim uang damai agar tidak di proses.

Sebuah pesan sms yang di terima penulis (dok.des.id-bas)

Ide kreatif dari si penipu memang tidak ada habisnya, Berbagai cara di lakukan. Setelah menjual salah satu anggota keluarga seperti papa, mama atau lainnya, pelaku juga bisa menjadi teman. Modusnya adalah dengan berpura-pura menjadi teman Anda, bahkan cara bicaranya pun seperti yang sudah akrab. “Aku Temanmu Loh, Mosok lali, piye to”, biasanya isi telepon seperti itu atau dirubah sedikit kata-katanya. Tapi, ketika ditanya siapa namanya justru si penipu meminta calon korban untuk menebaknya.Biasanya pelaku bakal memainkan emosi calon korban, dengan target supaya korban terbujuk untuk meminjam uang ke penipu yang berpura-pura menjadi teman, atau di suruh mengirim pulsa nanti akan di kembalikan.

Penipuan lainnya dengan mengaku sebagai operator call center salah satu bank. Penipuan lewat SMS seperti ini bisa dikatakan lebih hebat, pasalnya pelaku memakai alpha numeric yang dalam SMS nya menggunakan tulisan salah satu bank di Indonesia. Modus penipu berpura-pura sebagai pihak bank dan mengumumkan bahwa nasabah mendapatkan hadiah undian.

Model penipuan seperti itu bukan hanya melalui SMS saja, namun via media sosial seperti Facebook juga bisa. Bahkan ada yang keliling dari rumah ke rumah dengan berbagai macam penampilan, Jualan pupuk, obat mujarab, Jualan produk pertamina, Cat tembok atau Semen atau bahan bangunan lain yang katanya material sisa dari sebuah proyek besar tetapi palsu, menang undian sebuah produk, Sumbangan yayasan Pembangunan tempat ibadah dan masih banyak lagi . Melalui sebuah usaha yang selalu untung tiap bulannya dan mengajak kita sukses bersama sama, kita di giring untuk menambah modal biar untungnya besar terus nantinya tutup katanya bangkrut. Dan masih banyak lagi , Hati – hati dan waspadalah (bas)

Share and Enjoy !

Shares