BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Teng…Teng..Teng…Palu diayunkannya kuat-kuat hingga memercikkan bunga api. Cuaca panas, hujan keringat siang itu tak menyurutkan nyali Sutrisno sama sekali. Ia tetap merampungkan pekerjaannya di balik Rumah kecil atau yang biasa disebut Besalen yang berada di depan rumahnya. Selasa (14/01/20)

Mas Tris Pande Besi memamerkan cangkul hasil kerjanya (dok.des.id/foto-bas)

Pekerjaannya sebagai “pande” besi sudah terkenal sejak belasan tahun silam. Semuanya berawal dari orangtua dan kakeknya yang menggeluti jasa pande besi. Kini ia masih melanjutkan usaha pande besi warisan leluhurnya.

Saksi Sejarah, blower atau ubus kuno peninggalan leluhur (dok.des.id/foto-bas)

“Kakek saya dan bapak saya dulunya seorang pande besi ternama. Takdirlah yang menjadikan saya Pande besi meneruskan leluhur. Awalnya saya kerja menjadi karyawan perusahaan di Surabaya. Karena Bapak Saya Meninggal terpaksa saya pulang kampung. Menjadi tulang punggung keluarga merawat adik adik saya yang masih kecil, saya bingung untuk mendapat pekerjaan dan mau kerja apa, akhirnya belajar meneruskan menjadi pande besi,” kata Mas Tris atau yang biasa di sebut Mas Tris Huma sembari bergegas mengambil rokok di dekatnya.

Aktifitas Mas Tris Pande besi mereparasi cangkul (dok.des.id/foto-bas)

Ia mengaku sedang sibuk mengerjakan pesanan dari para pelanggannya. Menjelang musim tanam banyak petani untuk mereparasi Cangkulnya di asah ulang biar tajam. Cangkul besi ia lebur dalam bara api tungku. Lalu berulang kali ia menempa cangkul besi itu hingga pipih dan lenyeh. Begitu terus ia lakukan sampai benar-benar membentuk lekukan cangkul yang tajam.

Para Pelanggan Pande Tris menunggu dengan sabar (dok.des.id/foto-bas)

Pesanan membuat dan mereparasi cangkul dan sejenisnya mengalir deras kepadanya. Sampai-sampai ia bisa mengerjakan 20 hingga 25 pesanan sekaligus. Namun, ia berkata tetap berupaya menjaga kualitas pesanan dengan baik. Mas Tris masih mengandalkan perapian arang dan dibantu blower agar pembakaran bisa maksimal.

Menjelang Musim Tanam, Pande besi di Dusun Puntuk mengalami lonjakan permintaan Reparasi Alat Pertanian (dok.des.id/foto-bas)

“Saya berharap Pemerintah Desa memperhatikan kelangsungan usaha pande besi di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi sehingga bisa memajukan ekonomi warganya, Saya cuma bisa melanjutkan usaha ini. Karena tidak punya pekerjaan lainnya.” tuturnya. (bas)

Share and Enjoy !

Shares