BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Masjid Nurul Hidayah dusun Puntuk Desa Brangol, menggelar Sholat Idul Adha 1441 H dan pemotongan hewan kurban dengan menerapkan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid – 19 dengan membentuk panitia, menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan dan tidak melibatkan banyak warga dengan tujuan menghindari kerumunan saat penyembelihan hewan korban, Jumat (31/07/20)

Penyembelihan Sapi untuk korban oleh Panitia Idul Adha Dusun Puntuk


Panitia Idul Adha dan pemotongan hewan korban terdiri dari pengurus masjid, remaja masjid dan tokoh masyarakat. Tugas panitia yaitu menyiapkan tata cara melaksanakan shalat Idul Adha hingga penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha 1441 H dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Coronavirus Disease (COVID-19) dan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Fatwa Nomor 36 tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat Wabah COVID-19

Baca Juga : PANITIA PEMBAGIAN DAGING KURBAN MASJID NURUL HIDAYAH BERSERAGAM


Masjid Nurul Hidayah dusun Puntuk Desa Brangol, hari raya Idul Adha Tahun ini menyembelih 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk dibagikan kepada warga Dusun Puntuk. Penyembelihan dimulai pukul 07.30 WIB, bertempat di halaman masjid dan Panitia ikut terlibat dalam proses penyembelihan, pencacahan, hingga pendistribusian.

Sementara, ini yang harus diterapkan saat penyembelihan hewan kurban adalah: Saat penyembelihan harus menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing). Memotong hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik. Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, sehingga hanya panitia yang boleh berada di lokasi. Mengatur jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.

Baca juga : Arisan Paguyuban Desa Brangol sarana mengatasi Segala Persoalan Desa

Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah-rumah. Para panitia penyembelihan hewan kurban harus dalam keadaan sehat. Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan. Panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus cuci tangan, menggunakan masker, pakaian lengan panjang, selama di area penyembelihan.

Penyembelihan Kambing untuk korban di pimpin oleh Kyai Nur Mafut

Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga. Membersihkan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan. Lalu, membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan. Terapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Sedangkan untuk pendistribusikan daging kurban diberikan langsung kepada 360 kepala keluarga di Dusun Puntuk Desa Brangol melalui koordinasi dengan Ketua RT setempat. Cara ini diambil untuk menghindari antrian panjang dan kerumunan warga, dan juga untuk pemerataan daging korban. ( bash)

Share and Enjoy !

Shares