BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Pemerintah Kabupaten Ngawi memberlakukan sanksi tegas bagi warganya yang membandel tidak memakai masker. Mulai dari peringatan hingga penyitaan kartu tanda penduduk (KTP).

Kebijakan tersebut dilakukan untuk menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru (New Normal) istilah sekarang Adaptasi kebiasaan baru dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Foto caption sanksi Penyitaan Ktp yg viral di Sosial media

Kepala Bidang penegakan Perda Satpol PP Ngawi, Arif Setiyono menyampaikan bahwa pemberlakuan sanksi sudah di mulai 11 Juli 2020, seiring dengan masa sosialisasi telah di lakukan semenjak perbup ini dikeluarkan 1 Juli 2020.

“Melanggar Protokol Kesehatan, Sengaja tidak memakai masker untuk sementara KTP nya kita tahan selama 14 hari, Setelah 14 hari nanti KTP bisa di ambil di kantor Satpol PP dengan membawa Surat Keterangan dari Desa ” terang Arif Setyono, Selasa (14/7).

Bahkan kata Arif, pihaknya terus menggelar operasi pemakaian masker dengan sasaran pusat keramaian seperti warung, angkringan, restoran, cafe dan pusat perbelanjaan.

Seiring langkah menjalankan Perbup tersebut, Pemerintah Desa Brangol, Karangjati, Ngawi melalui Kepala Desa Harun Alrasyid, SE menyikapi dan menghimbau kepada warga desanya untuk selalu menajalankan aktifitas dengan protokol Kesehatan.

“Pemkab Ngawi bukan ingin menyusahkan warganya, marilah patuh bersama-sama mengenakan masker selama ada wabah ini, menggunakan masker memang tidak nyaman, tetapi demi kesehatan kita bersama, daripada nanti kena sanksi, KTP di sita, di suruh Joget, di suruh nyanyi, di suruh push-up” ungkap Harun dengan ketawa tawa.

Penyitaan KTP itu dilakukan selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi dari virus ini. Setelah 14 hari itu, maka pelanggar itu bisa mendatangi Kantor Satpol PP untuk mengambil KTP-nya kembali. (bas)

Share and Enjoy !

Shares