BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka mengubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif, yang bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas bagi keluarga dalam menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya dengan memanfaatkan TOGA dan ketrampilan. Puskesmas Karangjati melakukan pembinaan kelompok asuhan Mandiri pada masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Karangjati. Asuhan mandiri dengan memanfaatkan tanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan ketrampilan di Desa Brangol, Selasa (04/08/20).

Baca juga : Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Petani Desa Brangol untuk Tanam Padi

Acara tersebut dihadiri oleh programer Yankestrat Puskesmas Karangjati, Bidan Desa, Wakil Ketua Penggerak PKK Desa Brangol bersama Pokja 3 dan anggota kelompok asuhan mandiri “Akar Sari” Desa Brangol.

Bahan olahan pembuatan Jamu Tradisional (dok.desa.id/foto: kader Pkk)

Baca Juga : Kemendagri akan segera realisasikan Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD)

Dalam sambutannya Programer Yankestrat Puskesmas Karangjati menjelaskan tujuan pembinaan yaitu untuk mendorong, menggerakkan, mengedukasi dan memotivasi masyarakat dalam memiliki serta memanfaatkan TOGA dan Ketrampilan (akupresur) untuk asuhan mandiri secara benar, maka perlu dilakukan pembinaan asuhan mandiri kesehatan tradisional melalui pemanfaatan TOGA dan ketrampilan (akupresur) agar masyarakat dapat termotivasi, teredukasi untuk memiliki dan memanfaatkan TOGA dan akupresur untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan bagi diri sendiri maupun keluarganya sehingga diperoleh keluarga sehat secara mandiri.

Kelompok Asman “Akar Sari’ memaperkan Jamu tradisional buatannya (dok.desa.id)

Baca juga : Puskesmas Karangjati Gelar Penyuluhan PHBS Dan Germas Di Desa Brangol

Hal tersebut selaras dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 103 Tahun 2014 pada Pasal 70, dimana masyarakat diarahkan agar dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri (asuhan mandiri) yang dilaksanakan melalui pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan. Asuhan mandiri pemanfaatan TOGA merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan status kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah/gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu, keluarga, kelompok, masyarakat dengan memanfaatkan TOGA .

Praktek ketrampilan Pijat saraf untuk mengatasi sakit kepala (dok.desa.id)

Fasilitator puskesmas Karangjati akan memfasilitasi kader dalam melakukan orientasi asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan ketrampilan, yang selanjutnya kader kesehatan akan berperan sebagai koordinator sekaligus pembina kelompok keluarga binaan asuhan mandiri kesehatan tradisional di masyarakat. Melalui orientasi asuhan mandiri dan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan anggota kelompok keluarga binaan akan mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan TOGA (bash)

Baca juga : Paguyuban PTM Desa Brangol di Laksanakan di tengah pandemi Covid-19

Share and Enjoy !

Shares