BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan sebagai upaya untuk peningkatan kemampuan ekonomi, serta membuka lapangan pekerjaan ditengah kondisi pandemi Covid–19, Kepala Desa Brangol dan Ketua Hippa Desa Brangol menggelar sosialisasi Padat Karya Tunai Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) kepada masyarakat petani, bertempat di gardu posko pertanian. Senin (07/09/20)

Kepala Desa dan Ketua Hippa”Tirto Tulodho” mensosialisasikan Program P3TGAI kepada Masyarakat

Hadir dalam kegiatan sosialisasi. Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE , Perangkat desa, ketua BPD beserta anggota, Ketua Hippa beserta pengurus dan sejumlah warga desa Brangol.

Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid SE. menjelaskan “P3TGAI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar serta berkontribusi untuk ketahanan pangan dan P3TGAI dilaksanakan dengan metode swakelola, pola pemberdayaan dan partisipatif,” kata Harun

Musyawarah Desa 1 dalam rangka Program P3TGAI Desa Brangol

Ia juga menambahkan ” tidak semua desa mendapatkan alokasi bantuan melalui Hippa dengan program P3TGAI, program ini swakelola dengan teknis pekerjaan harus dikerjakan secara swakelola dan memberdayakan masyarakat sekitar, dari program ini yang akan diterima oleh Hippa “Tirto Tulodho” senilai 195 juta.

Baca juga : Monev progam HAMP di desa Brangol oleh Tim PPMU Pamsimas Jawa Timur

Ketua Hippa Tirto Tuludho, Nur Ali Mafut menyampaikan “Hippa yang mendapat bantuan program ini, hanya untuk Kelompok Hippa yang sudah mempunyai status jelas dan berbadan hukum, dari program tersebut diharapkan bisa menambah kesejahteraan masyarakat dalam hal perairan disawah, sehingga Hippa ini bisa semakin baik, maju dan bisa meningkatkan hasil pertanian” terang Nur ali.

Tim Pendamping Masyarakat dan Ketua Hippa Tirto Tulodho melakukan survey lokasi P3TGAI

Dengan bantuan program ini saluran irigasi akan dibangun irigasi tersier. Karena sebelumnya saluran irigasi belum terbangun secara permanen sehingga saat turun hujan mudah terjadi banjir karena saluran air yang tidak bisa lancar. Serta dengan sosialisasi ini akan tercipta koordinasi yang baik antara pihak pihak terkait dalam hal ini Tim Pendamping Balai (TPB), Pemerintah Desa, Tim Pendamping Masyarakat (TPM), dan HIPPA sehingga program P3TGAI di Desa Brangol dapat terlaksana sesuai dengan target rencana Kementerian PUPR dan tepat sasaran. (bash)

Share and Enjoy !

Shares