BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Menjadi polisi bukan jadi halangan untuk melakukan hal lain yang bermanfaat. Aiptu Purwadi. Pria yang menjabat KSPK Polsek Padas, Polres Ngawi ini memiliki hobby beternak. Aktivitas ini dilakukannya usai jam kantor, sekaligus mengurangi kejenuhan usai menjalani rutinitas harian sebagai anggota Korps Bhayangkara.


Bintara polisi ini memiliki kemampuan berwirausaha, yaitu sebagai peternak ayam potong. Di luar jam tugasnya sebagai anggota polisi, Aiptu Purwadi berternak ayam potong di sekitar rumahnya di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Kandang ayam yang baru di isi Bibit Ayam Potong


Usahanya dirintis sejak Desember 2018 silam, upaya yang dilakukan terus-menerus, lambat laun akan menghasilkan. Semakin berkembang, anggota Polsek Padas ini bisa mempekerjakan warga sekitar sebanyak 6 orang. Yakni terdiri 3 karyawan tetap dan 3 orang pekerja harian lepas.

BACA JUGA : Tas Cantik Merakyat dari Desa Brangol Idola Ibu – Ibu


Dalam usaha ternak ayam potong ini Aiptu Purwadi mengatakan dirinya menyiapkan kandang ayam dengan 2 tingkat. Masing-masing setiap tingkat berukuran lebar 8 meter dan panjang 50 meter.


“Sekali musim, paling sedikit saya dapat memelihara 10 ribu bibit ayam, dengan waktu panen maksimal 35 hari,” kata Aiptu Purwadi

Dari segi usaha dan pemasaran, dia mengaku tidak mengalami kendala selama ayam sehat dan harga pasar normal. Sebab ayam peliharaannya tersebut sudah memiliki pelanggan tetap dan kontrak dengan perusahaan,

Aiptu Purwadi bersama Ayamnya yang siap di panen

“Untuk bibit, makanan, minuman, pembiayaan dan pemasaran tidak ada kesulitan tetapi mengikuti perusahaan” ucapnya.


Selain itu Aiptu Purwadi juga menjelaskan, Kendala yang dihadapi peternak saat ini, pemerintah segera turun tangan karena terlalu bebas, tidak ada pembedaan segmen pasar bagi produk perusahaan peternakan besar dan peternak rakyat, Seperti diketahui, perusahaan peternakan besar saat ini menguasai bisnis peternakan, mulai dari pembibitan, pabrik pakan, produksi obat-obatan dan vitamin untuk ternak, bahkan sampai ke budidaya ayam potong untuk dijual langsung ke konsumen.

BACA JUGA : Kreatif, Mas Rijo Pemuda Desa Brangol Sulap Hobi Jadi Rupiah

“Selama ini, peternak mandiri tidak memiliki pilihan lain selain membeli bibit ayam, pakan hingga obat-obatan ke perusahaan demi mengembangkan budidaya ayam mereka. Di saat yang sama, perusahaan juga diperbolehkan melakukan budidaya dan menjual produknya ke pasar” jelasnya.

Hasil Panen Ayam potong Aiptu Purwadi langsung di angkut Perusahaan

Itulah warta seorang polisi bergelut dengan ayam, semoga dengan kegiatannya itu bisa membangun ekonomi kreatif masyarakat, bisa belajar soal beternak ayam potong dan bisa bermanfaat untuk masyarakat desa Brangol dan menjadi contoh untuk anggota Polri lainnya. (bas)

Share and Enjoy !

Shares