BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Pembangunan Peningkatan Jaringan irigasi proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3TGAI ) di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan aturan, sudah berjalan 10 hari dari rencana 45 hari , Selasa (06/10/2020).

Pelaksanaan Proyek P3-TGAI di Desa Brangol oleh Hippa

Program padat karya ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan masyarakat desa, pelaksanaannya sudah 25% terwujud dengan ukuran diameter panjang 288,02 meter ke kanan dan 288,02 meter ke kiri, lebar 30 cm, dengan kedalaman 90 cm dengan anggaran fisik sebesar Rp 195 000.000,-

BACA JUGA : Harga Tembakau Anjlok, Petani di Brangol Mengeluh

Proyek yang dikerjakan oleh HIPPA Tirto Tulodho Desa Brangol ini mengairi sawah dengan luas area 15 ha dan salah satunya irigasi untuk peningkatan kualitas tata guna air sebagai ketahanan pangan nasional.

Masyarakat Desa Brangol terlibat langsung dalam pelaksanaan Proyek P3-TGAI

Lani, salah satu pelaksana proyek irigasi mengatakan, “Irigasi P3-TGAI ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat Desa Brangol terutama petani untuk meningkatkan kualitas panen,”jelasnya.

“Kami mewakili masyarakat Desa Brangol khususnya para petani, menyampaikan terimakasih kepada H. Gatot Sudjito, M.Si anggota DPR-RI Fraksi Partai Golongan Karya atas usulannya, dan Kementerian PUPR, dengan adanya program ini masyarakat sangat terbantu dalam hal asas manfaat” kata Lani.

Masih kata Lani, maka dengan adanya program tata guna air irigasi P3-TGAI ini sangatlah membantu dan bisa memenuhi kebutuhan saluran air dan pengerjaan yang kami laksanakan sudah memenuhi prosedur padat karya, “kami memakai tukang 5 orang dengan tambahan kuli 15 orang,”tegas Lani selaku pelaksana proyek ,yang di dampingi oleh Sunardi tehnis Hippa yang juga ikut pengoperasikan mesin molen.

BACA JUGA : Ingin Motor BMX Modif, Datang Aja Ke Mak ribut Desa Brangol

Sementara itu, Kepala Desa Brangol , Harun Alrasyid, SE mengatakan bahwa proyek P3TGAI yang ada di Desanya ini, bersumber dari dana APBN ini dikerjakan oleh HIPPA (Himpunan petani pemakai air) ‘Tirto Tulodho” yang sudah terdaftar di Akta Notaris.

Hasil Pelaksanaan Berjalan 10 hari

“Ini murni swakelola yang dikerjakan oleh HIPPA Tirto Tulodho, sesuai aturan dan regulasi yang ada dan semoga bermanfaat untuk masyarakat” jelas Kepala Desa.

Diharapkan dengan pelaksanaan program padat karya akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat karena pelaksanaan dilapangan menggunakan Swadaya berupa Tenaga Kerja Kelompok Hippa setempat sehingga terjadi pemerataan ekonomi ke pedesaan sekaligus untuk mengatasi kesenjangan. Dengan berfokus kepada program padat karya, Pemerintah memberikan porsi yang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. (bas)

Share and Enjoy !

Shares