BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Meski Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan Surat Edaran Mendagri Nomor : 141/4528/SJ, yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota seluruh Indonesia. Isinya kepala daerah diminta fokus menyukseskan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang karena masuk dalam program strategis nasional. Selain itu, meminta pelaksanaan Pilkades ditunda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi tetap merencanakan sesuai jadwal yang di telah sepakati tidak ada penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tersebut hingga tahun 2021, karena mewabahnya virus corona yang hingga kini belum juga berakhir. Pilkades Serentak TAHUN 2020 di Kabupaten Ngawi yang diikuti 22 desa dari 13 kecamatan

BACA JUGA : Tak Terpengaruh Covid-19, Budidaya Jamur Merang di Desa Brangol Menjanjikan

Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ngawi, Kabul Tunggul Winarno, AP menjelaskan, pelaksanaanya akan digelar pada 23 Desember 2020 atau dua pekan setelah Pilkada. Dasar pelaksanaanya sesuai Perbup Ngawi Nomor 74 Tahun 2020 tentang Pilkades.

BACA JUGA : PPS BRANGOL GELAR SOSIALISASI PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI NGAWI TAHUN 2020

Pertimbangan pelaksanan keputusan ini adalah program strategis nasional. Artinya kebijakan wajib dilaksanakan oleh seluruh pemerintah kabupaten maupun kota penyelenggara Pilkades. Prioritas utamanya, penyelenggaraan Pilkada tingkat Kabupaten maupun Kota.

“Istilah penundaan itu adalah dilakukan setelah Pilkada 9 Desember 2020. Kalau sebelum itu tidak diperbolehkan untuk menggelar Pilkades, Sukseskan dulu Pilkada setelah itu baru Pilkades” jelas Kabul dalam sosialisasi Pilkades Serentak 2020, Kamis, (1/10).

Pelaksanaan Pilkades di Ngawi akan mengikuti sesuai petunjuk protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Anggaran untuk mencover Pilkades tersebut senilai Rp 1,7 miliar bersumber dari APBD 2020. Termasuk penyediaan APD bagi petugas TPS dan rapid test sebelum pelaksanaan. Sedangkan jumlah pemilih dalam setiap TPS yang ada di dusun akan dibatasi maksimal 500 orang. Jika lebih secara otomatis akan dipecah menjadi 2 TPS.

“Start untuk mempersiapkan semua teknis pelaksanaan Pilkades . Untuk itu dibutuhkan kesiapan oleh semua pihak agar pelaksanaan di akhir tahun tersebut bisa lancar dan sukses mengingat situasinya ditengah pandemi Covid-19,” terang Kabul.

Melihat jadwal tahapan yang di susun Pemerintah Kabupaten Ngawi, mulai 3 Oktober 2020 harus segera dilaksanakan pembentukan panitia di tingkat Desa, untuk penjaringan atau pendaftaran calon kepala desa dilaksanakan selama 9 hari mulai 19 Oktober 2020. Setelah itu pihak panitia desa akan melakukan verifikasi administrasi bagi para calon sebelum ditetapkan. (Cr)

Share and Enjoy !

Shares