BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) melalui Panitia Pemilihan Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi dan Pembekalan bagi ketua panitia pemilihan kepala desa serentak 22 Desa di seluruh Kabupaten Ngawi, bertempat di Aula rapat DPMD, Senin(12/10/2020)

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabul Tunggul Winarno, AP. melalui Kabid Pemerintahan Desa Fuad Fahmi di dampingi Kasi Pemerintahan Desa Arif Syaifudin, mengatakan Pemerintah Kabupaten ngawi mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa karena untuk setiap pelaksanaan tahapan harus selalu berpedoman kepada peraturan perundang – undangan.

DI BACA JUGA : BPD Brangol Gelar Musdes Pembentukan Panitia Pilkades


“Tujuan pembekalan ini dilakukan agar panitia dapat memahami secara gamblang aturan dan mekanisme pelaksanaan pilkades, Panitia pemilihan mempunyai peran penting dalam pelaksanaan pilkades, semua pihak tentunya menginginkan terlaksananya Pilkades dengan sumber daya manusia panitia yang profesional dan penuh tanggung jawab dalam pelaksanaannya dan terhindar dari adanya sengketa pasca pemungutan suara” terang Fuad.

Peserta pembekalan sebanyak 22 orang yang merupakan Ketua Panitia dari 22 desa yang menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa serentak Tahun 2020.

DI BACA JUGA : Koordinasi Kesiapan Pilkades, Tim Kecamatan Karangjati Kunjungi Desa Brangol

Selain telah menetapkan tanggal pelaksanaan Pilkades (pemilihan kepala desa) serentak pada 23 Desember 2020, Panitia Kabupaten sudah menyiapkan skema pelaksanaannya.
Terutama teknis pemungutan suara agar Pilkades tidak menjadi pusat penyebaran covid-19. Dalam 1 Tps tidak melebihi 500 pemilih. Kasi Pemerintahan Desa, Arif Syaifudin menjelaskan, Sebagai gambaran
Skema dan mekanisme pemungutan suara di desa Brangol, dusun Puntuk dengan jumlah pemilih sementara, 838 pemilih, di buat 2 Tps, Dusun Brangol dengan jumlah pemilih sementara 538 di buat 2 Tps, jadi di desa brangol dengan jumlah pemilih sementara 1376 di buat 4 tps.

Para Ketua Panitia Pilkades Serentak 2020 memgikuti pembekalan Panitia Kabupaten

” Terkait hal itu, TPS harus dijaga ketat agar masyarakat yang datang memilih tidak melanggar protokol pencegahan Covid-19, jangan sampai ada antrian panjang, Agar masyarakat tidak menumpuk di TPS, harus disiasati dengan mengatur pemilih yang datang ke TPS. Salah satunya adalah pemilih yang datang mencoblos ke TPS ditentukan berdasarkan kelompok tempat tinggalnya atau waktu” terang Arif.
Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan pemilihan Kepala Desa secara serentak di tengah pandemi ini nantinya dapat berjalan aman, lancar dan sehat serta tidak terjadi gesekan atau konflik kepentingan.
Masyarakat harus memahami mekanisme pemilihan dan menentukan secara tepat figur kepala desa sehingga figur kepala desa yang terpilih adalah kepala desa yang memiliki kemampuan mampu membawa perubahan bagi masyarakat yang dipimpinnya. (bas)

Share and Enjoy !

Shares