BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Curah hujan yang mulai turun di wilayah Kabupaten Ngawi menjadi peringatan bagi petani Desa Brangol, Kecamatan Karangjati yang sedang menghadapi musim panen padi. Sebab, curah hujan disertai angin tersebut berpotensi menyebabkan tanaman padi roboh. Seperti pada musim panen rendeng.

Ketua Gapoktan “Sido Mukti” Desa Brangol, Sunarto turun ke sawah melihat keadaan padi petani yang belum siap panen tetapi roboh (dokdes.id)

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Mukti Desa Brangol Sunarto mengatakan bahwa kemarin curah hujan yang cukup deras di sertai angin mulai melanda di wilayah Desa Brangol.

“Menjelang musim panen gadu ini curah hujan mulai meningkat. Bahkan kemarin turun hujan cukup deras dan di sertai angin ,” ujar Sunarto.(21/10/2020).

BACA JUGA : Harga Tembakau Anjlok, Petani di Brangol Mengeluh

Bahkan menurut Sunarto, hujan angin yang terjadi kemarin di desa Brangol telah menyebabkan tanaman padi yang belum siap panen roboh, meskipun tidak begitu parah, di Desa lain juga mengalami hal yang sama malah sudah siap panen.

“Sudah ada yang mulai roboh gara-gara hujan angin, Kami mengimbau para petani, ketika sudah usia penen, proses panen jangan ditunda lagi, nanti kalau roboh proses panen ribet dan menambah ongkos panen” ungkapnya.

Padi siap panen roboh menjadi korban hujan angin kemarin((20/10)

Meski potensi hujan disertai angin belum begitu tinggi, namun ia tetap mengharapkan petani tidak menunda proses panen pada musim gadu saat ini, khususnya Dusun Puntuk karena tanamnya duluan sudah banyak yang menguning.

“Iya memang curah hujan mulai meningkat, meskipun belum tinggi. Tapi ini harus diwaspadai petani, Jika sudah masuk usia panen seperti di Dusun Puntuk. padi harus segera dipanen jangan sampai roboh seperti pada musim rendeng.”ungkapnya.

BACA JUGA :. Tas Cantik Merakyat dari Desa Brangol Idola Ibu – Ibu

Sebab, pada musim gadu saat ini varietas padi rata-rata memiliki batang yang lebih tinggi seperti varietas 32, varietas 42, Ciherang yang saat ini jadi idola petani Brangol karena tahan kekeringan di musim gadu dan mengharap hasil lebih di musim kemarau seperti saat ini, sehingga rawan roboh ketika diterpa hujan angin.(bas)

Share and Enjoy !

Shares