BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Hujan mulai turun dan melanda Kabupaten Ngawi dalam sepekan terakhir ini setelah dilanda kemarau panjang sebelumnya.
Namun dari satu sisi petani bersyukur setelah kemarau turun hujan tetapi dari sisi lain petani juga mulai kerepotan karena waktunya panen padi dan terpaksa mempercepat panen. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan padi karena diterjang hujan angin dan roboh.

Mardi, petani di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi mengaku terpaksa melakukan panen secepatnya karena kawatir kalau tidak segera dipanen tanaman padi roboh terkena hujan angin. Kalau sudah roboh akan berdampak kurang baik, sulit di panen, mutu beras jelek, harga gabah anjlok.

Mardi, bersama petani lainnya di sawah desa Brangol

“Waktunya panen di guyur hujan, petani bingung dan khawatir padinya roboh dan terendam.
Sehingga hasil panen bisa berdampak rusak serta harga merosot,” sebut Mardi, Jumat (30/10/2020).

BACA JUGA : Harga Tembakau Anjlok, Petani di Brangol Mengeluh

Harga gabah di Kabupaten Ngawi mengalami penurunan, hal ini dikarenakan musim penghujan yang bertepatan dengan panen raya, menyebabkan banyak padi yang ambruk.

Supardi, Panen padi dengan mesin perontok blower tradisonal di desa Brangol

Hal senada juga disampaikan petani lainnya dari Desa Brangol, Supardi, mengatakan, sebelum hujan harga gabah mencapai Rp5.000 per kilogramnya, saat ini harga gabah yang dirontokkan dengan manual laku Rp4.100 perkilogramnya, mesin blower Rp4.200 dan combi Rp4.500.

“Mau bagaimana lagi kodisinya sudah seperti ini yang penting laku terjual Itu harga gabah yang tidak roboh, kalau roboh makin pusing lagi,” ungkap Supardi.

BACA JUGA : Petani Brangol Waspada Curah Hujan dan Angin Kencang

Lebih lanjut, pada musim panen saat ini kualitas gabah sangat bagus dalam satu hektare dapat menghasilkan gabah sebanyak 8-9 ton, akan tetapi karena musim hujan dan angin kencang yang terus tejadi akhir-akhir ini mengakibatkan banyak padi yang waktunya panen mulai roboh.

Selain itu, para petani biasanya mengeluhkan tanaman padi yang roboh bukan hanya karena kualitasnya yang menurun. Tapi, untuk pengerjaan panennya butuh waktu yang lama dan mahal (bas)

Share and Enjoy !

Shares