BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Tanpa kita sadari, lihatlah kegiatan masyarakat di desa-desa, Ibu-ibu pergi ke sawah, kondangan hajatan, takziah, ngaji, belanja ke pasar biasanya sudah tidak asing lagi dengan nenteng tas plastik anyaman, selain karena tahan lama juga karena harganya yang murah dan mampu membawa beban yang banyak tentunya menjadi pilihan utama. Salah satu sentra pembuatan tas plastik anyaman asal Ngawi, berada di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten ngawi.

Bahan Baku anyaman tas plastik setelah melalui proses pemotongan

Industri tas cantik anyaman plastik di desa Brangol telah dirintis oleh UD. Dutra Bagia milik H.Sukamto dan Hj. Endang Setyowati yang beralamat di Jalan Paras, Dusun Brangol Rt 02 RW 02 Desa Brangol. Upaya inovasi dan pengembangan produk untuk meningkatkan nilai jual. Pemilihan model, bahan baku dan warna turut menunjang peningkatan kualitas produk yang di inginkan. Produk yang dihasilkan memiliki desain dan kualitas seperti barang mewah yang dipasarkan dengan harga murah. Sekaligus untuk menaikkan segmentasi pasar dan akhirnya menambah pendapatan pengrajin tas anyaman plastik.

BACA JUGA : Tak Terpengaruh Covid-19, Budidaya Jamur Merang di Desa Brangol Menjanjikan

Tas anyaman plastik berkembang di Desa Brangol dengan bentuk dan model yang bermacam-macam. Penjualan tas anyam plastik dipasarkan di seluruh Nusantara. UD. Dutra Bagia memproduksi aneka tas, aneka keranjang juga melayani pesanan sesuai orderan dan permintaan pasar.

“Saya memulai usaha ini sejak tahun 1997, awalnya mencoba peluang usaha baru dan ternyata lancar karena pemasarannya mudah, cepat sekali lakunya tas ini, saya sendiri juga heran ribuan tas setiap hari ludes laku dikirim antar kota antar propinsi,” terang H. Sukamto. Rabu(14/10/2020).

Tumpukan tas plastik setelah jadi

Bahan utama pembuatan tas ini dari plastik sekaca berasal dari kota Ngawi. Plastik sekaca inilah yang dianyam oleh puluhan bahkan ratusan ibu – ibu untuk dirubah menjadi tas beraneka bentuk dan warna.

BACA JUGA : Harga Tembakau Anjlok, Petani di Brangol Mengeluh

Ia juga menambahkan “ Nama usahanya Dutra Bagia adalah sebuah doa, yang artinya Dua putra Bahagia, dan Alhamdulillan dua putra kami sukses seiring dari usaha Anyaman Tas Plastik dua putra kami menjadi Insinyur dan dokter.” katanya bangga

Pemilik usaha Dutra Bagia tersebut mengatakan kendala yang dihadapinya saat ini bahan dasar plastik dimana stok yang ada kurang memenuhi apabila pesanan meningkat. Meskipun demikian kata H. Sukamto dalam satu bulannya masih mampu memproduksi 10 ribu sampai 15 ribu tas plastik dengan omzet mencapai ratusan juta.

Proses pemotongan bahan baku tas plastik UD Dutra Bahagia

Sementara harga jual setiap unit tas berbahan plastik untuk pasar lokal berkisar Rp 4 ribu sampai Rp 15 ribu dan untuk pasaran luar pulau sudah mampu menembus angka Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu. Dengan nilai yang cukup fantastis bukan berati usaha ini tidak memiliki ganjalan yaitu selain bahan baku juga kesulitan tenaga kerja. Biasanya kesulitan tenaga kerja terjadi di saat musim panen tiba, banyak para pekerja yang notabene warga sekitar bekerja di lahan pertanianya sendiri, semoga usaha ini bisa menginspirasi warga desa Brangol (bas)

Share and Enjoy !

Shares