BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Ngawi mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang membangun citra desa berbasis Sistem Informasi Desa (SID) di Gedung pertemuan Notosuman, Ngawi.(10/11/2020).

Bimtek diikuti oleh 73 operator webdesa yang aktif yang berasal 19 Kecamatan yang berada di Kabupaten Ngawi. Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Kepala Bidang Pelayanan e-GoVernment, Agoest Dedi Irawan, S.Psi,MT. mengatakan desa memiliki potensi yang bisa dipublikasikan salah satu caranya melalui website. Terlebih saat ini teknologi sudah merambah di semua lini sehingga perlu diterapkan terutama dari desa dalam menjalankan pemerintahan desa.

‘ Teknologi IT saat ini harus digalakkan, jangan takut membuat berita website biar masyarakat bisa mengetahui informasi yang ada di desa, meskipun bukan desa yang wah tapi bisa tampil di website ,” kata Agoest D. Irawan saat memberikan sambutan.

BACA JUGA : Ratusan Warga Ngawi Antri Terima Sertifikat PTSL

Kepala Seksi Pengembangan Ekosistem Dinkominfo, Noor Soemadijo, SH. menambahkan bahwa perkembangan Webdesa Kabupaten Ngawi luar biasa, bahkan webdesa dikabupaten Ngawi paling banyak dan aktif, saat ini sudah ada 73 website desa.


“Agar semua pihak, Dinkominfo dan operator webdesa saling berkontribusi dan bekerjasama untuk mengenalkan desa kepada masyarakat yang lebih luas, Dinkominfo Ngawi memberikan akses penuh untuk operator web desa.id untuk posting”, tegasnya.

BACA JUGA : Merokok di KTR Ngawi Bisa Di Penjara Dan Kena Denda

Selanjutnya dari wartawan utama Dewan Pers dan Redaktur Pelaksana Harian Jawa Timur, Teddy Ardianto Hendrawan, S.Sos. memberikan materi Bimtek bahwa Cara menulis berita desa yang bagus dan benar akan mempengaruhi kualitas website resmi pemeritahan desa. Karena sebuah website desa di buat bukan hanya untuk informasi bagi masyarakat desa saja. Tetapi juga sebagai informasi umum bagi masyarakat luas dimana saja di seluruh dunia. Operator website desa perlu juga belajar mengelola website desa yang baik dan benar, terutama sekali dalam hal menulis berita.


“ Dalam menulis berita harus akurat, Kalau ada kekeliruan harus diralat, tulisan seimbang. Harus memuat informasi dan nara sumber yang jelas . jangan sampai mengandung unsur kebencian, diskriminatif, dan merendahkan satu pihak.Chek and Recheck, tulisan harus benar- benar dicek kebenarannya sehingga tidak simpang siur atau hoax” terang Teddy.

Acara ditutup dengan pemaparan tentang Sistem Informasi Desa. SID adalah suatu sistem yang dapat digunakan untuk mendukung layanan administrasi desa yang berbasis elektronik, sehingga akan mempermudah layanan administrasi di desa. Selain itu SID dapat difungsikan sebagai website desa, mempublikasikan pembangunan dan potensi desa masing-masing agar Desa di Kabupaten Ngawi semakin dikenal luas di kancah nasional maupun internasional kaitannya dengan keterbukaan informasi publik. (bas)

Share and Enjoy !

Shares