BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Sebanyak 22 Desa di Kabupaten Ngawi akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak yang akan berlangsung pada tanggal 23 Desember 2020 mendatang. Di Kecamatan Karangjati sebanyak 2 desa yang akan menggelar Pilkades yaitu Desa Brangol dan Desa Sidokerto.


Demi suksesnya Pilkades tersebut dan Guna menekan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 selama tahapan Pilkades 2020, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Karangjati menggelar acara Deklarasi Pilkades Damai sesuai protokol kesehatan (Prokes). Deklarasi tersebut dilaksanakan di aula pertemuan Kecamatan, Rabu, (25/11)


Dalam deklarasi tersebut di hadiri Camat Karangjati, Wahyu Sri Kuncoro, AP, bersama unsur Forpimcam, KepalaDesa, BPD, Ketua Panitia Pilkades dan Calon Kepala Desa bersama pendukung dalam jumlah terbatas dan undangan.


Semua berkomitmen untuk mewujudkan Pilkades Damai dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Hal ini dilaksanakan, demi mewujudkan Pilkades serentak yang aman, damai dan kondusif serta selalu mematuhi protokol kesehatan pada kegiatan setiap tahapan Pilkades. Sesuai dengan slogan deklarasi “Sehat Warganya, Damai Desanya dan Maju Kecamatannya”.


Camat Karangjati, Wahyu Sri Kuncoro, AP pada kesempatan itu mengajak para calon kepala desa agar dapat menjaga semangat kebersamaan, sehingga Pilkades Serentak di Kecamatan Karangjati dapat berjalan secara damai, aman dan lancar.


“Dalan situasi pandemi ini pilkades dilaksanakan dengan protokol kesehatan, kepada semua calon untuk menjaga kondusifutas, Saya mengajak kepada semuanya untuk melakukan pemilihan kepala desa secara damai, bagi yang menang jangan tinggi hati, tapi harus bisa merangkul semuanya, dan bagi yang belum mendapatkan kesempatan agar bisa menerima dengan lapang dada” ujar Camat Karangjati.

BACA JUGA :


Camat Karangjati juga menegaskan, agar pelaksanaan pilkades serentak di Kecamatan Karangjatii harus memenuhi standar protokol kesehatan, hal ini demi mencegah penularan virus Covid-19 saat pelaksanaan pilkades. Camat juga meminta kepada calon kepala desa dalam berkampanye tidak memakai hiburan, tidak berpawai, konvoi atau kegiatan lain yang mengundang terjadinya kerumunan massa dan kepada calon kepala desa yang menang agar tidak merayakan kemenangan dengan hal yang sama. (bas)

Share and Enjoy !

Shares