BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Merebaknya pandemi Covid-19 sangat memukul seluruh lini sektor kehidupan. Termasuk di antaranya sektor kesenian. Seperti yang dialami Eko Budi (29) warga Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi ini, sudah 10 tahun menggeluti profesi sebagai penabuh gendang musik dangdut dan karawitan.

BACA JUGA : Kreatif, Mas Rijo Pemuda Desa Brangol Sulap Hobi Jadi Rupiah

Gara-gara Covid-19 yang tak kunjung berakhir, Budi nama panggilan sehari-hari beralih berprofesi menjadi tukang ngedos, yaitu proses memanen padi dengan alat tradisonal. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena tak ada orderan atau job dangdut dan karawitan.

Panen raya, Eko Budi tipung ngedos di sawahnya

Sejak Maret 2020 lalu, Budi bener-bener mengalami kebuntuan, semua job atau jadwalnya ngendang terhenti dan di batalkan semua karena tidak mendapat izin keramaian. Situasi ini membuat pendapatannya menurun sampai 100%.

BACA JUGA : Petani di Desa Brangol Khawatir, Waktunya Panen Padi Diguyur Hujan

Dirinya menceritakan saat sebelum ada virus aneh ini, per manggung rata-rata bisa memperoleh pemasukan Rp 200 hingga Rp 300 ribu.
Kondisi itu bagi Budi saat ini berbalik. Jangankan manggung, berkerumun saja sudah ada aturan dilarang. Hal inilah yang membuat dirinya beralih profesi ikut ngedos di sawah, karena lagi musim panen raya, meski pemasukan tidak sebanyak sewaktu berprofesi sebagai penabuh gendang.

“Tidak ada pemasukan sama sekali mumpung panen raya ya Langsung saja ikut ngedos biar mendapat penghasilan daripada nganggur, saya gak malu memang orang desa harus serba bisa” ujarnya, Kamis (05/11/2020).

Meski kondisi tidak menentu, sampai sekarang Budi masih menjalani profesi serabutan. Sebab, tidak ada cara lain mencari pekerjaan.
“Ya bagaimana lagi semoga saja segera normal, kalau pun belum saya berharap ada kebijakan pemerintah untuk para pekerja seni seperti saya ini,” pungkasnya. [bas]

Share and Enjoy !

Shares