BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Hasil panen padi sebagian petani di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi tidak maksimal akibat serangan hama potong leher. Hama yang disebabkan oleh jamur, hampir dipastikan hasil panen mereka kali ini turun drastis.Petani pun mengalami kerugian lantaran tidak sesuai harapan.

Seperti yang dialami. Lilik Indarto, salah seorang petani, mengatakan, selain karena serangan hama potong leher, panen tahun ini tidak maksimal lantaran beberapa faktor.

BACA JUGA : Petani di Desa Brangol Khawatir, Waktunya Panen Padi Diguyur Hujan

“Selain tanaman padi diserang hama potong leher, banyak petani yang gagal panen karena waktu tanamnya tidak serentak,” kata xxxx, Sabtu (07/11/2020).


Darto panggilan akrabnya menambahkan musim panen saat ini merupakan musim tanam gadu di musim kemarau dan kecukupan air biasanya hasil panen berlimpah.

BACA JUGA : Tas Cantik Merakyat dari Desa Brangol Idola Ibu – Ibu


“Musim Gadu ini sebenarnya bagus dan kecukupan air, biasanya petani mendapatkan hasil lebih pada musim panen gadu, namun karena adanya serangan hama potong leher dan masa tanamnya tidak kompak, akhirnya banyak petani yang mengalami kerugian karena panennya tak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya

Petani memang tidak serempak menanam padi saat musim tanam. Hal ini karena di awal tanam, menunggu jadwal dari waduk dan sumur bor bergilir.

“Hasil panen raya tahun ini sangat jauh jika dibanding tahun-tahun sebelumnya, padahal biaya pengolahan lahan dan perawatan mahal, Berbagai upaya telah dilakukan petani, seperti penyemprotan insektisida dan fungisida. Namun, hama potong leher dengan ciri-ciri batang padi membusuk itu, tetap menyerang padi” pungkasnya.

Para petani berharap ada varietas padi bibit unggul dan tahan hama penyakit sehingga hasil panen musim berikutnya bisa maksimal dan tidak ada lagi serangan hama potong leher yang merusak tanaman padi. (bas)

Share and Enjoy !

Shares