BRANGOL.NGAWIKAB.ID- Panitia Pemungutan Suara Desa Brangol menggelar sosialisasi Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Ngawi 2020 bersama forum warga, di rumah Bapak H.Djirin Mulyo Admodjo, yang dihadiri seluruh anggota PPS dan kesekretariatan, kader posyandu, Panwaslu desa, tokoh masyarakat dan warga, Sabtu (21/11).

Pemilihan bupati dan wakil bupati Ngawi tahun 2020 serasa berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Pemilihan digelar ditengah pandemi Covid-19, hingga sempat mengakibatkan tertundanya beberapa tahapan. Tak terhindarkan lagi, semua pelaksanaan tahapan harus mengedepankan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan pandemi tersebut.

Imas Fitriani, anggota Panitia Pemungutan Suara menyampaikan hal-hal terkait Pemilihan Bupati Ngawi.

Perihal kampanye, masa kampanye dilaksanakan 26 September – 5 Desember 2020, masa tenang 6,7,8 Desember 2020 dan tanggal pemungutan suara dilaksanakan pada 9 Desember 2020.
Kampanye disarankan dilakukan secara daring, sedangkan dalam pertemuan terbatas, tatap muka maupun dialog harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  1. Kegiatan didalam ruangan, maka maksimal peserta 50 orang
  2. Mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19
  3. Menyediakan sarana sanitasi dan kebersihan tangan yang memadai
  4. Wajib menggunakan masker
    Kampanye dalam bentuk pertemuan terbatas, tatap muka maupun dialog dilarang:
  5. Melaksanakan kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/konser musik
  6. Menggelar rapat umum
  7. Mengadakan kegiatan olah raga berupa gerak jalan santai, dan/ sepeda santai
  8. Mengadakan kegiatan sosial berupa bazar, dan/ donor darah
  9. Mengadakan perlombaan

BACA JUGA :
Penetapan Dan Pengundian Nomor Urut Calon Kepala Desa Brangol
Labuhan di Desa Brangol, Warisan Adiluhung Budaya Jawa


Dalam Penyampaiannya Imas juga menjelaskan Alur Dalam Pemilihan di TPS dalam pemilihan Bupati, wakil Bupati Ngawi pada tanggal 9 Desember nanti harus mematuhi protokol kesehatan, Peserta Pemilu datang sesuai Jam yang telah di tetapkan oleh KPPS, setiap peserta wajib memakai masker, kemudian mencuci tangan ketika masuk dan keluar dari TPS, tetap untuk menjaga jarak, dilarang bersalaman, untuk tinta setelah memilih tidak menggunakan tinta celup tetapi tinta tetes.
“Semua aturan ini dilakukan agar tidak terjadi penularan Covid-19 pada waktu pemilihan dan sesudah Pemilihan nanti dan merupakan aturan yang harus dipatuhi dalam masa pandemi.” Pungkas Imas (bas)

Share and Enjoy !

Shares