BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Peringatan Hari Pahlawan 2020 merupakan momen yang ditunggu-tunggu saat memasuki bulan November. Hari pahlawan memiliki sejarah panjang terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.

Hari pahlawan juga dikenal sebagai peristiwa 10 November 1945 atau peristiwa Surabaya yang mengisahkan perlawanan ‘arek-arek Suroboyo’ terhadap serangan pasukan sekutu.

BACA JUGA : Semangat Pahlawan, Job Sepi Penabuh Gendang Handal Ini Ikut Ngedos

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih akan dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia.

Gerakan pengibaran bendera tersebut disambut baik oleh rakyat Indonesia dan meluas ke seluruh daerah, salah satunya di Surabaya. Akan tetapi, tentara Inggris datang ke Indonesia dan bergerak menuju Surabaya pada 25 September 1945.
Tentara Inggris tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) datang bersama dengan tentara NICA (Netherlands Indies Civil Administration).

Pasukan tersebut bertugas melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang, sekaligus mengembalikan Indonesia sebagai negara jajahan pemerintah Belanda.


BACA JUGA:Arti dan Makna Logo Desa Brangol


Hal ini memicu kemarahan warga Surabaya dan sekitarnya, karena merasa Belanda tak mengakui kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera merah putih dengan mengibarkan kembali bendera Belanda di Indonesia.


Kemarahan tersebut berlanjut dengan insiden perobekan Bendera Merah Putih Biru di atas Hotel Yamato pada 19 September 1945.
Pada 27 Oktober 1945, perwakilan Indonesia berunding dengan pihak Belanda dan berakhir meruncing, karena Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan tersebut.

Perkelahian berlanjut hingga tewasnya Ploegman akibat dicekik oleh Sidik. Kejadian tersebut menuimbulkan kericuhan dan kemarahan pihak sekutu. Tepat pada tanggal 29 Oktober 1945, pihak Indonesia dan Inggris sepakat menandatangani gencatan senjata.

BACA JUGA : Merokok di KTR Ngawi Bisa Di Penjara Dan Kena Denda

Akan tetapi, pertempuran kembali pecah pada 30 Oktober 1945, dan menyebabkan tewasnya pimpinan tentara Inggris Brigadir Jenderal Mallaby, akibat tertembak hingga mobil yang ditumpanginya diledakan oleh polisi Republik Indonesia.
Kejadian tersebut berujung pembalasan oleh pimpinan baru tentara Inggris Mayor Jenderal Robert Mansergh, mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia bersenjata harus melapor serta meletakkan senjatanya.

Tak hanya itu, mereka pun meminta orang Indonesia menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada, 10 November 1945, tepat pukul 6.00 WIB.

BACA JUGA: Ratusan Warga Ngawi Antri Terima Sertifikat PTSL

Adanya ultimatum tersebut menimbulkan kemarahan masyarakat Indonesia, utamanya ‘arek-arek Suroboyo’ hingga terjadi pertempuran antara rakyat dengan tentara sekutu.
Akibat terjadinya pertempuran tersebut, tercatat sebanyak 6000 rakyat Indonesia gugur dalam pertempuran di Surabaya.

Sebagai penghormatan atas jasa pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintah menetapkan peristiwa 10 November 1945 sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada, 16 Desember 1959.(bas)
Dikutip PORTAL JEMBER dari situs resmi Kabupaten Bone..

Share and Enjoy !

Shares