BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Ngawi menyisakan waktu sepekan ke depan. Untuk itu semua kegiatan yang bersifat menimbulkan kerumunan masyarakat sangat dibatasi.

Menyikapi persoalan tersebut Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya sekali lagi menegaskan akan membatasi kegiatan masyarakat termasuk hajatan pernikahan.

“Tadi malam sudah rapat dengan Forpimda bahwa hajatan betul-betul tidak diperbolehkan atau dilarang kalau orang nikah atau ijab kabul hanya di KUA,” tegas Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya (18/01)

Ijab kabul yang dilaksanakan di KUA hanya dibatasi maksimal 10 orang sesuai surat edaran dari Menteri Agama. Winaya memaklumi, bahwasannya hajatan pernikahan merupakan bagian dari tradisi masyarakat akan tetapi pencegahan Covid-19 lebih diutamakan. Mengingat akhir-akhir ini penambahan pasien Covid-19 di wilayah Ngawi kian masif.

BACA JUGA ;

Akhir pekan kemarin pihaknya juga membubarkan orang hajatan pernikahan di Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren. Bahkan si pihak penyelenggara hajatan akan dipanggil Satgas Covid-19 Kabupaten Ngawi untuk diberikan teguran sekaligus pembinaan.

Ditambahkan Winaya, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 tersebut mulai Selasa, (19/1/2021), semua pasar hewan di wilayah Ngawi akan ditutup sementara sampai pemberitahuan lebih lanjut. Langkah taktis ini dilakukan untuk menghindari klaster baru akibat kerumunan dipasar.

Share and Enjoy !

Shares