BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Petani bawang merah di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi memilih memanen lebih awal tanaman mereka. Pasalnya, banyak tanaman yang mulai lodoh atau busuk daunnya akibat curah hujan yang tinggi bulan ini.

Seperti dikatakan oleh Pak Kamin (52th)0. Petani brambang ini mengaku terpaksa memanen tanamannya meski masih usia 45 hari. “ Terpaksa panen awal gara-gara kena lodoh, Seharusnya baru dipanen usia 60-70 hari,” kata Pak Kamin di lahannya, Minggu sore (21/02)

Pak Kamin bersama istri dan anaknya memanen brambang yang kena lodoh agar tidak menular

Opsi tersebut diambil karena sebagian tanaman brambangnya mulai lodoh atau busuk daunnya. Jika harus menunggu hingga usia 60-70 hari, dia khawatir kerusakan akan meluas. Sehingga, kerugian yang ditanggungnya lebih besar lagi.

Petani pemula yang baru 2 tahun menanam bawang merah ini menyadari betul risiko yang harus ditanggung saat menanam di musim hujan. Selain ancaman lodoh akibat serangan jamur, hasil panenan tak sebagus musim kemarau.

Pak Kamin menunjukkan brambang hasil panennya yang umbinya kecil-kecil karena serangan lodoh

Itu terlihat dari brambang hasil panenannya umbinya kecil-kecil. “Sebenarnya saya ingin menanam padi tapi terlambat, juga terlanjur mempunyai bibit brambang 2 kwintal iya gimana lagi mencoba” lanjutnya.

Dia pun terpaksa menanam bawang merah lagi. Selain sudah punya bibit juga karena harga brambang sejak tahun kemarin terus naik. kalau nekat menanam padi terlambat, Pak Kamin khawatir tanamannya bisa habis dimakan tikus.

Sebagai pengalanan menjadi petani bawang merah pemula, Pak Kamin mengatakan“ Musim penghujan menanam brambang gampang kena serangan lodoh dan obatnya sulit, ke depan kalau menanam lagi cocoknya ditanam di musim kemarau,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares