BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2021-2024 Ngawi belum bisa dipastikan tanggal 17 Februari 2021. Pasalnya, jadwal waktu pelantikan ini, masih menunggu surat keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hal itu diutarakan oleh Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otoda Pemprov Jatim Jempin Marbun. Dia menyebut bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu waktu, apakah nanti tanggal 17 Februari atau tanggal lain.


“Kami masih menunggu keputusan dari Kemendagri terkait jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih,Ya, sekitar akhir bulan Februari, karena masih menunggu putusan dismissal MK terhadap sengketa pilkada. Surat dari Kemendagri (perihal penundaan) akan menyusul. Keputusan ditunda ini tadi hasil rapat koordinasi dengan Pak Dirjen Otda Kemendagri lewat virtual,” tegas Jempin, Senin (15/02).


Ada 19 daerah yang menggelar pilkada di Jatim dan telah menghasilkan kepala daerah terpilih. Yakni di Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Kota Pasuruan, Tuban, Sumenep, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Jember, Pacitan, Kabupaten Mojokerto, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang dan Situbondo.


Tapi ada tiga daerah yang masih menjalani sidang perselisihan hasil pilkada bupati/wali kota di Mahkamah Konstitusi (MK). Ketiganya adalah Surabaya, Lamongan dan Banyuwangi.


Jempin mengungkapkan pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kemendagri tentang pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Ngawi yakni Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko. Namun, hingga kini belum ada keputusan kapan akan dilantik.


“Kalau 17 Februari itu berakhirnya masa jabatan bupati periode sebelumnya,” katanya.


Jika nanti pelantikan bupati baru tidak di tanggal 17 Februari 2021, untuk mengisi kekosongan pemerintahan, akan diisi oleh Pj bupati atau Plh dari sekda. Jika diisi Pj Bupati maka akan diambilkan pejabat dari Pemprov Jatim.


“Jika diisi Plh Bupati yakni Sekdanya, kewenangannya terbatas,” katanya.
Dia menambahkan jika nanti keputusan dari Kemendagri turun, pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih ini rencananya di gedung negara Grahadi.

Hal tersebut sesuai amanat undang-undang, harus dilantik di ibukota provinsi.
“Karena pandemi Covid-19, pelantikan nanti harus memenuhi protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.

Sumber : berita jatim

BACA JUGA :

.

Share and Enjoy !

Shares