BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Bhabinkamtibmas Desa Brangol, Polsek Karangjati terus mensosialisasikan Stop Jebakan tikus menggunakan aliran listrik. Salah satu metode pengendalian tikus sawah yang mudah, murah, dan bisa dilakukan oleh semua petani secara individu adalah pengemposan lubang aktif tikus sawah dengan rudal asap atau emposan. Ini terbukti efektif membunuh tikus sawah beserta anak-anaknya di dalam lubang sarang.

Aiptu Thukul Budiyono Bhabinsa Polsek Karangjati menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Supangat, petani kreatif dengan membuat alat sederhana untuk membasmi hama tikus bernama emposan. Alat tradisional berbentuk rudal asap ini terbukti efektif membunuh hama tikus dalam sekejap. Penggunaan alat tersebut terbilang mudah. Yakni, dengan mengisi tabungnya dengan bubuk belerang, jerami kering atau serabut kelapa kemudian dibakar lalu dipasang kipas otomatis menggunakan aki.
Bahan yang digunakan untuk menghasilkan asap racun adalah serbuk belerang.

Pada umumnya, racun dibuat dengan membakar serbuk tersebut sehingga menghasilkan asap racun belerang dioksida (SO2).
Asap dari pembakaran tersebut lantas dimasukkan pada lubang tikus di sawah dan ditutup dengan tanah. Dalam sekejap, induk dan anakan tikus mati di tempat.

“Penggunaan rudal asap atau emposan terbukti lebih efektif dan aman dibanding dengan metode lain. Seperti jebakan listrik yang membahayakan petani itu sendiri ,” katanya. (13/02)

Aiptu Thukul Budiyono, memamerkan Rudal asap karya petani Desa Brangol

Dikatakan Bhabinkamtibmas, mengajak petani untuk gotong royong membasmi hama tikus setiap satu minggu sekali dengan gropyok dan rudal asap atau emposan ini

“Alat sederhana ini perlu dikembangkan dan mulai sekarang Stop membasmi hama tikus dengan aliran listrik, sangat bahaya dan banyak korban ” katanya.

Emposan bisa dilakukan kapan saja apabila dijumpai lubang aktif tikus, yang biasa ada di tanggul-tanggul saluran irigasi, tanggul jalan sawah, pematang besar, hingga pekarangan yang berbatasan dengan sawah. Pada saat tikus sawah berkembang biak, yang bertepatan dengan stadia padi generatif (bunting hingga menjelang panen), induk tikus akan menutup mulut lubang sarangnya dari dalam. Oleh karena itu, sebelum di empos sebaiknya lubang aktif dibuka dulu dengan cangkul baru kemudian di lakukan pengemposan.

Penasaran dengan Alat tradisional emposan karya Pangat yang lagi viral dan banyak dicari, datang langsung ke bengkel lasnya di Desa Brangol atau menghubungi terlebih dahulu via WhatsApp (WA) Supangat.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares