BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Melambungnya harga cabai rawit merah membuat pemilik warung makan nasi pecel di Desa Brangol, Karangjati, memilih untuk tutup sementara.

Sarikem (52) Pemilik warung nasi pecel, mengatakan bahwa dirinya tidak berjualan lantaran bahan baku utama warung nasi pecel miliknya yaitu cabai rawit merah saat ini mencapai 120 ribu.

“Warung tutup dulu untuk sementara, karena harga cabai semakin mahal. Saya ke pasar, biasa harga di bawah Rp 100 ribu, sekarang sudah Rp 120 bahkan lebih” kata Sarikem di warungnya, Senin (07/03)

Menurut Mak Kem panggilan akrabnya, dalam kesehariannya warung nasi pecel miliknya memasak menggunakan bumbu cabai rawit merah. Karena harga cabai naik, dirinya memilih untuk tutup sementara.

“Kalau memakai lombok kering rasanya berubah, kita naikin harga, kita kasihan sama pelanggan juga, takutnya kecewa, Makanya lebih baik tutup dulu dan kerja serabutan di sawah” Lanjutnya.

Adapun harga cabai rawit merah meroket memasuki awal bulan Maret 2021. Seperti yang terjadi di Pasar Kliwon Samben Karangjati, harga cabai rawit merah tembus di angka Rp 120.000 per kilogramnya. Masyarakat kecil semakin menjerit sedikit nelangsa Karena lebih mahal cabai ketimbang ayam, semoga pemerintah segera mencarikan solusi supaya harga normal kembali, di tengah himpitan ekonomi akibat pandemi covid -19.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares