BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan, Ngawi menolak rencana pemerintah impor beras. Menurutnya, Ngawi merupakan 10 besar penghasil padi terbesar nasional.

“Dengan luasan 40 ribu hektare bisa memproduksi 780 ribu ton. Dengan angka itu memposisikan Ngawi dari urutan empat menjadi urutan dua se-Jawa Timur,” jelas Ony Anwar Harsono, Selasa (23/03)

Ony mengungkapkan hampir 70 persen warga Ngawi adalah petani. Untuk mewujudkan ketahanan pangan dan mempertahankan lumbung padi, semua stakeholder intens dalam pembinaan kelompok tani.

“Stakeholder dan pelaku pertanian perlu bersama-sama mewujudkan dan mempertahankan Ngawi sebagai lumbung padi,” tegas Ony.

Potensi pertanian di Ngawi, lanjut Bupati Ngawi, menjadi cambuk semangat petani untuk meningkatkan produksi padi. Sehingga pemerintah tidak perlu lagi impor beras untuk kebutuhan dalam negeri.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares