BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Seluruh pasar hewan di Kabupaten Ngawi kembali beroperasi sejak 9 Maret lalu, menyusul telah diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 9 Tahun 2021.

Seperti yang terlihat di pasar hewan Kandangan Ngawi. Pada Kamis (11/03) aktivitas pasar hewan kembali ramai dengan transaksi hewan ternak, terutama sapi.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Yusuf Rosyadi menyampaikan, setelah kurang lebih dua bulan ditutup sejak pertengahan Januari lalu, aktivitas pasar hewan di Kabupaten Ngawi kembali dibuka dan beroperasi.

Hanya saja, Yusuf menyampaikan, kondisi transaksi perdagangan hewan ternak belum dalam kondisi normal 100 persen. Namun, dirinya memastikan transaksi perdagangan hewan ternak sudah kembali pulih 70 persen.

Pada transaksi perdagangan hari ini, setidaknya sekitar 40 pedagang luar daerah datang, seperti dari Magetan, Ponorogo, Bojonegoro dan Sragen. Padahal dalam kondisi normal seperti sebelumnya, pasar hewan Ngawi banyak datang pedang luar provinsi, seperti Bali dan Jawa Barat.

“Belum sepenuhnya kembali normal, pedagang yang datang baru sekitar 70 persen,” ujar Yusuf.

Guna mencegah penyebaran Covid-19 di area pasar hewan, sesuai Perbup Nomor 9 Tahun 2021 pedagang hewan dari luar daerah wajib menunjukkan hasil Rapid Test non reaktif atau hasil Swab negatif atau punya sertifikat vaksin Covid-19.

“Sebagian pedagang yang datang dari luar daerah belum penuhi persyaratan, tunjukkan hasil Rapid Test kadaluarsa. Tetapi kedepan akan diperketat,” jelas Yusuf.

Sementara dari hasil pemeriksaan Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Tenaga Kerja di dalam pasar hewan, baik para pedagang maupun pembeli sudah patuh protokol kesehatan, terutama mengenakan masker. Kendati dalam pemakaiannya ada yang belum tertib, terlebih memakainya masih di bawah dagu atau tidak menutup hidung dan mulut dengan sempurna.

Sementara salah satu pedagang hewan asal Brangol, Karangjati, Supardi yang datang ke pasar hewan Ngawi menyatakan transaksi perdagangan masih sepi. Ia mengaku dari lima ekor sapi yang dibawa baru laku tiga ekor. Biasanya hewan dagangan yang dia bawa sudah laku semua pada siang hari.

“Dari pagi hingga siang ini baru laku tiga ekor. Terpaksa yang ndak laku dibawa pulang lagi,” ujar Pardi.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares