BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Berbagai upaya terus dilakukan polisi untuk menekan penyebaran COVID-19 di Ngawi. Polres Ngawi mengerahkan anggota blusukan ke perkampungan membawa ‘Pastel Pedes’.
Pastel Pedes yang dimaksud bukanlah makanan. Melainkan program kegiatan dari Polres Ngawi.

“Kita memang terus gencar dalam upaya menekan penyebaran COVID-19 di Ngawi, seiring masih pemberlakuan PPKM Mikro. Kita kerahkan perwira untuk blusukan ke kampung membawa Pastel Pedes, yang merupakan program bukan masakan,” ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya , Selasa (05/03).

Program Pastel Pedes, kata Winaya, merupakan Pasar Tempel Polisi Presisi Peduli Desa. Program ini memberikan layanan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kepengurusan SIM, BPKB, STNK, ETLE (E-Tilang), termasuk imbauan protokol kesehatan mencegah COVID-19.

“Dalam pelaksanaannya, kita libatkan Satlantas Polres Ngawi bekerja sama dan berkoordinasi dengan instansi terkait, juga seluruh elemen masyarakat serta dalam edukasi SIM, BPKB, STNK, ETLE (E-Tilang) termasuk imbauan protokol kesehatan mencegah COVID-19,” imbuh Winaya.

Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Risky Fardian menjelaskan, dalam program Pastel Pedes ini, personel Satlantas akan blusukan ke desa-desa. Dalam inovasi Pastel Pedes Satlantas Polres Ngawi juga menggelar pasar murah.

“Pastel Pedes ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan bantuan pasar murah, karena situasi pandemi COVID-19. Dalam inovasi ini juga memberikan pelayanan kepada masyarakat wajib pajak, pemohon SIM. Termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ETLE (E-Tilang),” terang Risky.

“Selain itu juga layanan edukasi tertib berlalu lantas termasuk membagikan masker ke seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Risky menambahkan, Pasar Tempel Polisi Presisi Peduli Desa akan dilaksanakan seminggu sekali. Bergantian dari desa ke desa.

“Program ini akan berlangsung selama seminggu ke depannya juga sekaligus selama program 100 hari Kapolri,” lanjutnya.

Menurut data hingga saat ini kasus COVID-19 di Ngawi mencapai 1.418. Di mana 1.269 sudah sembuh dan 110 meninggal dunia. Sedangkan kasus yang masih aktif ada 39.

Sumber : Suara Ngawi.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares