BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Mengantisipasi konvoi pesilat menuju Padepokan PSHT pusat Kota Madiun, jelang acara lima tahunan, Parapatan Luhur 2021, Polres Ngawi menggelar razia. Razia petugas gabungan ini melibatkan Pasukan Pengaman Persaudaraan Setia Hati Terate (Pamter).
Acara Parapatan Luhur 2021 digelar secara virtual yang diwakili sekitar 30 pengurus dengan penerapan kesehatan. Meski begitu, acara tersebut diikuti seluruh cabang se-Indonesia, Sabtu (13/03).

“Kita melibatkan juga dari Pamter untuk ikut dalam pengamanan dengan penyekatan di perbatasan, jika ada yang konvoi menuju Kota Madiun,” ujar Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Wijaya, Jumat (12/03).

Pihaknya, jelas dia, selain melibatkan PSHT pamter cabang Ngawi, juga menerjunkan 475 personel. Yakni TNI, Polri dan instansi terkait.

“Jadi selain Pamter PSHT Cabang Ngawi dalam penyekatan, kita libatkan TNI Polri dan juga Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan,” kata Winaya.

Jika nantinya ada pesilat yang nekat menuju Kota Madiun, jelas dia, akan ditindak tegas dan dipulangkan. “Intinya tidak boleh ada kerumunan dan konvoi, tidak boleh. Ini untuk mencegah penyebaran COVID-19,” tandasnya.

Sementara Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Risky Fardian mengungkapkan dalam penyekatan pengendara sudah dilakukan sejak saat pemberlakuan PPKM Mikro. Penyekatan selain di exit tol Ngawi juga dilakukan di perbatasan enam wilayah lainnya.

“Jadi untuk penyekatan kita juga sudah lakukan sejak saat PPKM Mikro. Tidak hanya exit tol tapi juga di perbatasan wilayah yang akan keluar Ngawi dan perbatasan provinsi,” jelas Risky.

Sementara data yang dihimpun, ada enam wilayah titik pos penyekatan. Yakni Pos Perbatasan Karangjati, Pos Perbatasan Banyu Urip, Pos Perbatasan Budug Kwadungan, Pos Perbatasan Pojok Jenangan Kwadungan, Pos Perbatasan Keras dan Pos Perbatasan Propinsi Jatim Jateng di Mantingan.
Sumber : detik

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares