BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covind 19, Pemerintah targetkan di akhir tahun 2021 ini sebanyak 698.488 jiwa sudah di vaksinasi Covid 19.

Demikian juga hari ini untuk semua Perangkat Desa dan Bpd yang tergabung dalam Satgas Covid 19, di tingkat desa se-Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi, sebanyak 146 jiwa mendapatkan suntikan vaksin Covid 19.

Vaksinasi dilaksanakan di Aula pertemuan Kecamatan Karangjati, karena tempat ini,  di pandang sangat representatif dan memadai untuk dijadikan tempat vaksinasi.

Bagi sebagian orang ada yang tidak mau di vaksin, mungkin  karena takut. Hal ini lumrah, karena vaksin Covid 19 adalah hal yang baru, pasti masih timbul kecemasan, keraguan, bahkan ketakutan,  takut kalau nanti ada efek sampingnya  setelah di vaksinasi. dan ironisnya lagi ada yang takut dengan jarum suntik.

Seperti yang dialami, Teguh Dwi Prasetyo, Perangkat desa Brangol yang biasa di sebut Modin, mengatakan “Awalnya takut, gemeter tidak menentu tapi setelah saya di vaksin, ternyata nggak se ekstrim yang dibayangkan orang- orang, katanya beginilah, begitulah,  setelah di vaksin akan panas, pusing, ngantuk, lapar dan masih banyak cerita – cerita yang menyeramkan, tapi setelah saya  membuktikan sendiri,  itu semua omong kosong, saya baik – baik saja tidak ada gejala apapun dan sesudah itu beraktifitas seperti biasa, dan ini menunggu katanya Anunya jadi besar ” ujar Modin Teguh tertawa lepas setelah di vaksin (04/03).

BACA JUGA :

Kepala Desa Brangol beserta Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sebagai Satuan Tugas (Satgas)  Covid 19  sejumlah 12 orang hari ini sudah mendapatkan vaksinasi, Karena Satgas Covid 19 di Desa adalah sebagai ujung tombak dalam melayani dan menangai Covid 19 di wilayahnya.

Acara vaksinasi di pimpin langsung oleh dr. Dany Yuliastuty selaku Kepala UPT Puskesmas Karangjati yang  di dampingi Wahyu Sri Kuncoro Camat Karangjati. Dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada seluruh masyarakat Karangjati untuk tidak takut di vaksin, karena vaksin Sinovac ini sebelum di berikan pada masyarakat luas sudah melalui uji laboratorium oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Halal.

Share and Enjoy !

Shares