BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Memasuki musim tanam kedua tahun 2021, hama tikus mulai merusak tanaman padi petani. Mengatasi binatang pengerat yang suka memakan batang-batang padi ini, puluhan petani di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati memilih gotong-royong “gropyokan” memburu dan membasmi tikus itu sampai ke sarang-sarangnya (Jumat, 09/04).

Puluhan petani menggunakan senjata tongkat bambu, sabit, sapu dan cangkul berusaha mengejar hama tikus berlari. Sarang tikus yang menganga di tanggul sawah dicangkul. Sebagian lubang tikus itu dilakukan pengasapan. Teman yang lain bersiap jika tikus itu keluar. Begitu tikus keluar, petani ramai-ramai mengejarnya dan memukul dengan alat yang telah siaga ditangan. Dengan kesiapannya, puluhan tikus – tikus itu berhasil dibunuh para petani.

Puluhan Petani memburu tikus sampai ke area perumahan

Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE mengatakan gropyokan hama tikus menggunakan dua metode, yakni pengasapan serta gropyokan dengan mencari lubang tikus di area persawahan dan sekitar perumahan warga. Kalau ditemukan lubang tikus langsung di bongkar juga dilakukan pengasapan.

“Gropyokan ini harus dilakukan rutin dan berulang kali agar hama tikus ini bisa berkurang, nanti hasilnya dikumpulkan di hitung dan akan mendapatkan bonus hadiah yang mendapatkan tangkapan tikus banyak” terang Harun Alrasyid di sela-sela gropyokan tikus, Jumat (09/04) pagi.

Lebih lanjut dikatakan, Jangan sekali kali menangkap tikus menggunakan aliran listrik, sangat berbahaya. Gropyokan hama tikus ini adalah salah satu langkah untuk mengatasi serangan hama tikus pada tanaman padi. Gropyokan tikus ini tidak lain untuk pengendalian hama tikus yang akan mengancam tanaman padi yang telah berumur sekitar seminggu.

Dengan peralatan seadanya, pentungan dan sabit, warga kemudian langsung memukul tikus-tikus yang keluar sesaat dari lubang persembunyiannya yang bongkar dan diasapi.

Ketua Kelompok Tani, Sunarto menunjukkan tikus hasil tangkapannya.

Ketua Kelompok tani, Sunarto mengatakan kedepannya gropyokan tikus akan terus dilakukan oleh petani dan masyarakat. Sebab dengan cara seperti ini dianggap lebih efektif memusnahkan tikus dalam jumlah banyak.

“Gropyokan ini akan terus dilakukan, karena ini yang kita pandang langkah paling efektif saat ini. Lumayan banyak tadi tikus yang bisa dibunuh” jelasnya.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares