BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan suami istri saja, anak juga bakal merasakan dampaknya. Selain menimbulkan dampak Psikoligis pada anak, perceraian juga akan menimbulkan beberapa perkara baru seperti Perebutan Hak asuh pada anak.

Hal tersebut seperti yang dialami oleh anak RKA yang masih berusia 5 tahun, yang merupakan korban perceraian dari kedua orang tuanya berinisial B (Istri) dengan T (suami) warga Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Saudara T kembali ke orang tua yang beralamat di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati. Karena menjadi sengketa orang tuanya yang bercerai, dia harus di eksekusi dari T yang merupakan ayah kandungnya oleh Pengadilan Agama Ngawi di Desa Brangol.

Pelaksanaan eksekusi oleh Pengadilan Agama Ngawi pada Kamis (15/04) pukul 10.00 WIB, dengan didampingi oleh Pihak Pemerintah Desa Brangol, Unit Pelaksanana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Kabupaten Ngawi serta mendapat pengamanan dari Polsek Karangjati dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngawi.

Sebelum pelaksanaan eksekusi dan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, Zahri Muttaqin SAg M HES. Panitera Pengadilan Agama Ngawi bertindak sebagai Jurusita membacakan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Agama Ngawi untuk menjelaskan isi dan maksud Surat Penetapan tersebut dihadapan para pihak yang hadir dan kepada saksi-saksi bahwa pelaksanaan putusan ini akan segera dilaksanakan.

Pelaksanaan eksekusi pada awalnya berjalan dengan alot dan deraian air mata karena si anak menangis ngotot ikut bapaknya. Dengan kesabaran dan mengingat psikis anak, pelan-pelan Tim eksekusi dapat mengajak anak dan langsung di serahkan ke Ibunya(Penggugat). Tim eksekutor lega melihat kejadian ini, maka eksekusi dapat berjalan dengan sukses tanpa hambatan yang berarti.

“Alhamdulillah, Termohon Eksekusi (T) tidak keberatan dan tidak ada upaya untuk menghalangi Jurusita untuk melaksanakan isi putusan tersebut, akhirnya anak tersebut bersedia untuk ikut kepada atau diserahkan kepada Penggugat/Pemohon Eksekusi.” terang Panitera.

Share and Enjoy !

Shares