BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Inilah aturan tegas yang diberlakukan di seluruh daerah di Jawa timur (Jatim). Setiap pemudik yang datang, akan dikenakan karantina mandiri 5×24 jam, biaya di tanggung sendiri oleh si pemudik.

Demikian dikatakan gubernur Jawa timur Khofifah Indar parawansa, Rabu (21/4/2021), dimana ia menegaskan bahwa regulasi itu diatur dalam instruksi Mendagri (inmendagri) nomor 9 tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dan mengoptimalkan posko penanganan covid-19 untuk pengendalian penyebaran covid-19.

“Ada klausul di inmendagri, kalau ada yang nekat mudik, maka mereka akan dikarantina 5×24 jam dan biaya karantina atas mereka yang mudik itu,”katanya. Diatur dalam inmendagri nomor 9 tahun 2021, karantina merupakan sanksi bagi mereka yang nekat melakukan perjalanan lintas provinsi/kabupaten/kota tanpa dokumen administrasi perjalanan.

Disebutkan bahwa kepala desa/lurah diinstruksikan menyiapkan tempat karantina mandiri selama 5×24 jam, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan biaya karantina di bebankan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan tersebut.
Selain itu, Khofifah mengatakan Pemprov Jatim dan Polda setempat juga bakal mencegah pemudik. Penyekatan bakal dilakukan di tujuh titik perbatasan.

Tujuh titik itu yakni, Tuban-Rembang, Bojonegoro-Cepu, Ngawi Mantingan – Sragen, Magetan – Karanganyar, Ponorogo- Wonogiri, Pacitan- Wonogiri,dan pelabuhan Ketapang- Banyuwangi.
Pemprov Jatim juga mendirikan pos pantau terpadu di 20 titik batas kota/kabupaten guna memeriksa pergerakan masyarakat yang mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang, yakni Sidoarjo-Pasuruan, Mojokerto- Sidoarjo, Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo- Situbondo, Pasuruan-Malang, Malang-Lumajang, Situbondo- Banyuwangi.
Juga di Jember-Lumajang, Nganjuk -Jombang, Jombang -Mojokerto, Blitar -Kediri, Kediri – Malang, Bojonegoro-Tuban, Ngawi-Madiun,Madiun-Magetan,Madura sisi Utara, Madura sisi selatan, pintu masuk tol Ngawi dan pintu masuk tol Probolinggo.

Sekali lagi Khofifah meminta masyarakat bersabar dan tidak mudik tahun ini. Dia mengingatkan bahwa di sejumlah negara kini muncul tren kembali meningkat nya kasus covid-19 secara signifikan. Ia menyebut hal ini merupakan gelombang ketiga

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares