BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Camat Kecamatan Karangjati, bersama Forpimcam, KUPT Kemenag Karangjati, Ketua MUI Kecamatan Karangjati, dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Karangjati menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan Takbir, Sholat Idul Fitri 1442 H di tengah pandemi COVID-19. Rakor digelar di aula pertemuan Kecamatan, Kamis (06/05).

Camat Karangjati, Wahyu Sri Kuncoro, AP. dalam pembukaan rapat menyampaikan
rakor ini tindak lanjut dari Surat edaran Bupati tentang idul fitri, terkait takbiran, dalam masa pandemi takbir keliling dilarang, apalagi akhir-akhir ini prokes masyarakat agak kendor. Pelaksanaan sholat id boleh dilaksanakan oleh zona hijau dan kuning, zonasi ini sesuai peraturan adalah per RT, yang jelas jangan sampai terjadi cluster baru.

“Dalam shalat tarawih kalau ada yang tidak prokes, perlu di ingatkan lagi, karena banyak saudara kita yang mudik lebih awal, mari kita saling mengingatkan antar masyarakat, juga perlu kita awasi warga kita di zona orange dan merah jika melaksanakan sholat diluar zona.” terang Wahyu Sri Kuncoro, AP

Ketua MUI Karangjati, Muhamad Baidhowi Efendi menyampaikan sampai saat ini dari MUI kabupaten masih mnunggu instruksi Bupati, hanya diminta 6 hari sebelum hari raya supaya sosialisasi kepada masyarakat ,karena mencegah lebih baik, untuk sholat id supaya di pecah tempatnya,di mohon kepada kades agar berkoordinasi dengan takmir-takmir agar sholat id tidak jadi satu titik.

Kepala KUA Karangjati, Hamim, S.Ag. menyampaikan berkaitan pelaksanaan takbir dan sholat id berdasarkan edaran bupati dan menteri agama bahwa pelaksanaan sholat id berdasarkan zona yaitu dalam lingkup RT. Yang diperbolehkan melaksanakan sholat id zona hijau dan kuning,dimohon agar hal itu di patuhi karena Kecamatan Karangjati termasuk tertinggi.

Kapolsek Karangjati, AKP. SUYADI, SH menyampaikan tentang pelaksanaan sholat id ada sedikit berbeda kalau edaran kemenag disarankan di tempat terbuka, kalau edaran Bupati di masjid, silahkan pilih yg mana, yang perlu ditekankan pada takmir yaitu bagaimana penerapan prokes nya,satgas desa dimohon memback up pelaksanaan sholat id bersama takmir, remas masjid besar yang berada di seputaran jalan raya perlu mengawasi para pendatang, yang mampir ikut sholat Id. Lonjakan di Kecamatan Karangjati ini perlu mendapatkan perhatian bersama. Untuk pemudik yang sudah terlanjur mudik isolasi 5×24 jam, kalau ada keluhan langsung menghubungi puskesmas, jangan hanya isoman saja.

Sementara itu Danramil Karangjati, Kapt. Sujarwo pada kegiatan rakor tersebut turut menambahkan, “Surat Edaran Bupati sudah jelas, masyarakat Karangjati diharapkan dapat memahami kebijakan yang dikeluarkan pemerintah demi menjaga keamanan masyarakat agar tidak tertular COVID-19. Mari bersama-sama saling menjaga” punkas Danramil.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares