BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan penerapan PPKM dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Ngawi, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, ST. menggelar rapat koordinasi terbatas. Jumat (18/6).

Dengan menggunakan Zoom Meeting atau Video Conference ( Vidcon ) Rapat koordinasi tersebut di hadiri Forkompimda ngawi, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan di ikuti seluruh Camat serta Kepala Desa se – Kabupaten Ngawi.

Di Kecamatan Karangjati Vidcon di selenggarakan di aula pertemuan Kecamatan Karangjati, yang dihadiri oleh Camat Karangjati, Wahyu Sri Kuncoro, AP , Forkopimcam Karangjati, Upt Puskesmas Karangjati, Kepala Desa se – Kecamatan Karangjati, tokoh agama dan pelaku seni.

Forpimcam bersama Kepala Desa, tokoh agama dan Pelaku seni mengikuti rapat evaluasi PPKM Mikro bersama bupati dengan zoom meeting

Bupati Ngawi selaku Ketua gugus tugas penanganan Covid- 19 Kabupaten Ngawi, memimpin rakor tersebut, setelah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim menyepakati beberapa hal sebagai berikut:

  1. Semua jenis Hajatan dilaksanakan pada siang hari mulai jam 06.00 s/d 18.00. Maksimal selesai sebelum magrib, malam hari sudah tidak diperbolehkan.
  2. Makanan dan minuman dalam kotak dan harus dibawa pulang.
  3. Kapasitas tidak dibatasi tetapi harus memperhatikan sosial distancing, masker, prokes lengkap.
  4. Waktu resepsi temu manten dibatasi maksimal 2 jam.
  5. Satgas covid desa harus proaktif turun untuk memantau mendampingi ketika ada hajatan, sesuai prokes, susunan panitia dan denah lokasi di tempel, dengan memakai identitas seragam/rompi.
  6. Untuk daerah perbatasan dengan Kabupaten tetangga agar lebih diperketat lagi, bila diperlukan desa boleh membuat kebijakan khusus untuk menekan penyebaran covid.
  7. Untuk vaksin lansia Ngawi target pencapaianya masih kurang, mohon disosialisasikan lagi.
  8. Posko PPKM Mikro selain ada tempatnya juga harus ada kegiatan seperti tracing, pengawasan keluar masuk, hajatan, data-data kegiatan harus lengkap, data terkait apapun yang sifatnya pengumpulan massa harus ada di posko, format data nanti akan menyusul.
  9. Kades harap disosialisasikan ke RT/RW kenapa covid di Ngawi melonjak dikarenakan warga yg sakit tidak melakukan rujukan berjenjang mulai dari puskesmas, tetapi langsung rujuk mandiri ke rumah sakit sehingga ketika terpapar covid data terpaparnya tidak lengkap, proses tracingnya terlambat sehingga virus menyebar cepat.
  10. Pelanggaran yang terjadi di lokasi hajatan dan terdeteksi oleh satgas kabupaten ( yang biasa terjadi melalui medsos) maka satgas kabupaten akan terjun dan menindak langsung pelanggaran yang terjadi

Di harapkan dengan evaluasi ppkm mikro ini, semua masyarakat Kabupaten Ngawi benar benar bisa memahami dan melaksanakan kebijakan tersebut, semua karena demi kebaikan bersama.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares