BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Budaya gotong royong dan rasa sosial masyarakat Desa Brangol, Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi dalam menolong warga yang baru saja mengalami musibah meninggal dunia sangatlah bernilai positif dan perlu dilestarikan.

Seiring perjalanan waktu, di saat pandemi covid-19 melanda, semua aktivitas yang mendukung agenda rukun kematian tersebut, mulai dari membersihkan halaman, memasang tenda, menata kursi, serta dalam upacara pemakaman, mulai dari proses penyebaran berita duka, mempersiapkan tempat dan ubo rampe untuk memandikan jenazah, mengkafani, mensholati, upacara pemakaman jenazah, menguburkan jenazah dan mengembalikan semua peralatan pemakaman sampai kebersihan rumah duka, yang sebelumnya semuanya dilakukan oleh masyarakat Desa Brangol secara guyub rukun dan tanpa terbesit menerima imbalan apapun. Tradisi dan budaya ini mulai luntur dan kacau, orang menjadi serba salah dan takut untuk menangani warga yang berduka entah itu dalam suspek covid maupun tidak, apalagi yang tidak mempunyai sanak keluarga, terlihat sepi dan kekurangan tenaga pengurusan pemakaman.

Ungkapan mikul duwur mendem jero yang mempunyai arti memiliki makna menjunjung tinggi sesuatu dan memendam sesuatu dengan dalam menjadi luntur. Orang mati juga perlu dihormati, sebagaimana yang hidup. Norma itu perlu dijaga oleh institusi paguyuban di desa, di kampung-kampung, meski tidak semuanya bisa berjalan dengan sempurna.

Berawal dari persoalan itulah muncul gagasan Gurun Madukara yang mempunyai arti GUyub RukUN ruMAh DUKA masyaRAkat.

Sebagai kelompok sosial atau yang berbasis ikatan batin atau paguyuban rukun lelayu yang akan memberikan rasa hormat yang sepatutnya pada warganya yang meninggal dalam segala urusan dan juga mempertimbangkan protokol kesehatan dalam masa pandemi.

Baca Juga :

Share and Enjoy !

Shares