BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Masjid Nurul Hidayah Dusun Puntuk Desa Brangol Kecamatan Karangjati, melaksanakan pemotongan hewan kurban setelah melaksanakan sholat Idul Adha. Dalam situasi pandemi covid-19, Protokol kesehatan ketat diterapkan oleh panitia kurban Idul Adha, Selasa (20/07).

Sebuah tenda sederhana berwarna putih dengan layar biru tempat pemotongan daging di samping Masjid Nurul Hidayah. Sejumlah panitia kurban tampak siap untuk melakukan pemotongan, penyembelihan, dan penimbangan hewan kurban di dalam tenda putih tersebut.

Kesiapan Panitia dalam pemotongan hewan korban di bawah tenda sederhana

Terlihat semua panitia kurban berseragam menggunakan masker dan tidak berkerumun. Di sekitar tenda tidak ada kerumunan warga yang melihat prosesi pemotongan hewan kurban.

Ada sekitar 20-30 orang yang ada di dalam lingkungan Masjid tersebut. Semuanya pun menjaga jarak.

Pemotongan Hewan Kurban di halaman Masjid Nurul Hidayah

Ketua panitia kurban Masjid Nurul Hidayah, Nur Ali Mafut, mengatakan panitia di kurban ini diwajibkan mentaati protokol kesehatan. Alat kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer, juga disediakan di lokasi.

“Kalau ada yang pilek, batuk, demam nggak boleh ikut, terus jaga jarak, wajib masker semua, kalau bisa dobel, kita sediain masker dan hand sanitizer semua lengkap, alat pemotong tidak boleh gantian dan tidak ada orang lain yang datang kecuali panitia,” kata Nur Ali Mafut.

Suasana pemotongan hewan kurban di Masjid Nurul Hidayah

Selain itu, panitia kurban menerapkan sistem door to door. Nantinya pembagian hewan kurban akan di antar dari rumah ke rumah warga masyarakat dan semua pasti mendapatkannya sesuai dengan data yang di buat panitia sejumlah 425 rumah tangga. Hanya panitia kurban yang boleh ikut melaksanakan pemotongan hewan kurban. Ada 3 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang disembelih pada pelaksanaan kurban di Masjid Nurul Hidayah tahun ini.

“Seperti tahun kemarin, nanti pembagian daging kurban akan di antar dari rumah ke rumah dan kalau ada yang belum kebagian bisa menghubungi panitia” Pungkasnya

BACA JUGA : Pengorbanan Seorang Ayah dan Anaknya Dalam Sejarah Idul Adha

Share and Enjoy !

Shares