BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Hama tikus menjadi momok petani di musim tanam. Berbagai usaha dilakukan oleh petani untuk membasmi hama tikus. Gropyokan tikus menjadi solusi paling aman dalam pengendalian hama tikus. Seperti yang dilakukan Petani Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi pada Selasa (17/8) melakukan gropyokan tikus di area sawah Dusun Brangol pada malam hari.

Sedikitnya 50 petani gotong royong memburu tikus hingga ke sarang-sarangnya. Dengan metode pengasapan pada sebagian lubang tikus. Petani juga menggunakan alat sederhana seperti cangkul, alat pemukul, sabit dan alat lainnnya mengejar tikus dengan berlari dan juga dengan senapan angin.

Gropyokan tikus merupakan metode pembasmian hama yang paling aman dibandingkan menggunakan jebakan listrik. Dimana jebakan listrik pada desa-desa lain yang telah memakan banyak korban. Harun Alrasyid, SE., Kepala Desa Brangol beserta Perangkat Desa ikut serta dalam gropyokan tikus memastikan tidak ada satupun warga yang memasang jebakan listrik pada sawahnya.

“Dengan guyub rukun rutin dan berulang kali melakukan gropyokan, mudah-mudahan hama tikus bisa berkurang.” Terang Harun, Kepala Desa Brangol

Gropyokan pun dirasa petani menjadi cara yang paling efektif dan sesuai dengan instruksi Bupati Ngawi dalam membasmi hama tikus. Juga secara resmi, jebakan listrik sudah resmi dilarang di Kabupaten Ngawi.

Share and Enjoy !

Shares