BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2021. Salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dilaksanakan di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana dan aturan, sudah berjalan 12 hari dari rencana 45 hari , Selasa (07/09/21).

Program padat karya ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan masyarakat desa. Lokasi proyek berada di area persawahan Dusun Puntuk tepatnya di pinggir Jalan Sidokerto-Campurasri, pelaksanaannya sudah 25% dengan rencana panjang 280,04 meter ke kanan dan 280,04 meter ke kiri, lebar 30 cm, dengan kedalaman 90 cm dengan anggaran fisik sebesar Rp 195 000.000,-

Proyek yang dikerjakan oleh HIPPA Tirto Tulodho Desa Brangol ini mengairi sawah dengan luas area 27 ha dan salah satunya irigasi untuk peningkatan kualitas tata guna air sebagai ketahanan pangan nasional.

Lani, salah satu pelaksana proyek irigasi mengatakan, “Irigasi P3-TGAI ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga masyarakat Desa Brangol terutama petani untuk meningkatkan kualitas panen,”jelasnya.

“Kami mewakili masyarakat Desa Brangol khususnya para petani, menyampaikan terimakasih kepada Kementerian PUPR, dengan adanya program ini masyarakat sangat terbantu dalam hal asas manfaat” kata Lani.

Masih kata Lani, maka dengan adanya program tata guna air irigasi P3-TGAI ini sangatlah membantu dan bisa memenuhi kebutuhan saluran air dan pengerjaan yang kami laksanakan sudah memenuhi prosedur padat karya, “kami memakai tukang 5 orang dengan tambahan kuli 20 orang,”tegas Lani selaku pelaksana proyek ,yang di dampingi oleh Sunardi tehnis Hippa yang juga ikut terjun ke lapangan.

Sementara itu, Kepala Desa Brangol , Harun Alrasyid, SE mengatakan bahwa proyek P3TGAI yang ada di Desanya ini, bersumber dari dana APBN ini dikerjakan oleh HIPPA (Himpunan petani pemakai air) ‘Tirto Tulodho” yang sudah terdaftar di Akta Notaris.

“Ini murni swakelola yang dikerjakan oleh HIPPA Tirto Tulodho, sesuai aturan dan regulasi yang ada dan semoga bermanfaat untuk masyarakat, setelah dibangun talud permanen produktivitas hasil pertanian bisa optimal karena masalah irigasi menjadi lancar.” Kata Kepala Desa

Masyarakat Desa Brangol berharap memasuki T.A 2022 mendatang, pemerintah pusat melalui Kementerian PU, bisa memprioritaskan kembali lanjutan pembangunan Talud Irigasi P3- TGAI di Desa Brangol agar petani bisa sejahtera,

Dengan pelaksanaan program padat karya akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat karena pelaksanaan dilapangan menggunakan Swadaya berupa Tenaga Kerja Kelompok Hippa setempat sehingga terjadi pemerataan ekonomi ke pedesaan sekaligus untuk mengatasi kesenjangan. Dengan berfokus kepada program padat karya, Pemerintah memberikan porsi yang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

BACA JUGA :

Share and Enjoy !

Shares