BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam Rangka memperingati Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW, Masyarakat Desa Brangol, Kecamatan Karangjati menggelar Wayang Kulit kreasi baru dengan diiringi Hadroh Soko Guru dengan ki dalang Wahyu Yoga Ari Respati, seorang tokoh pemuda asli putra Karangjati dengan lakon Syeh Subakir, yang dilaksanakan di serambi Masjid Nurul Hidayah, Dusun Puntuk, Desa Brangol, Senin malam (18/10/21)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Brangol beserta jajaran Perangkat Desa, BPD, Pengurus Ranting NU Desa Brangol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh agama dan alim ulama, Banser, Jamaah pengajian sekitar 200 orang serta dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Group Hadroh ” Soko Guru” dalam mengiringi Wayang Kulit

Acara di awali pukul 19:00 wib dengan menampilkan Grup Hadroh “Soko Guru” dengan melantunkan lagu qasidah dan sholawatan yang sudah familier di telinga para pecinta salawat dengan diiringi tarian Sufi dan dilanjutkan dengan Tauziyah oleh Kyai Ali Khudlori dari Ngawi.

Kyai Ali Khudlori, tidak lama dalam memberikan tauziah. Pria yang akrab disapa Pak Dhori ini lebih banyak mengajak jamaah untuk merefleksikan peringatan maulid untuk meneladani perilaku Baginda Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian dilanjutkan Pagelaran Wayang Kulit unik kreasi anak muda IPNU Kecamatan Karangjati dengan iringan Hadroh dan sholawatan. Dikatakan unik karena baru pertama kali di laksanakan di Indonesia bahkan di Dunia pagelaran wayang kulit dengan iringan hadroh, menurut penuturan ki dalang Wahyu Yoga Respati.
Pagelaran Wayang Kulit ini menceritakan perjuangan dahwah Syekh Subakir, seorang ulama Wali Songo periode pertama yang dikirim khalifah dari Kesultanan Turki Utsmaniyah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Nusantara. Syekh Subakir merupakan ulama besar yang telah menumbal tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus saat awal penyebaran ajaran Islam di nusantara terutama di pulau jawa yang saat itu masih merupakan hutan belantara angker yang dipenuhi makhluk halus dan jin-jin jahat.

“Ini menggambarkan tentang perjuangan Syeh Subakir yang sangat berat dalam dahwah menakhluhkan tanah jawa dalam pengaruh negatif makhluh halus karena masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya.” Jelas Ki Wahyu Yoga Respati.

Share and Enjoy !

Shares