Curah Hujan Tinggi, Desa Brangol Kejar Target Rampungkan Drainase

Curah Hujan Tinggi, Desa Brangol Kejar Target Rampungkan Drainase

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Mengawali tahun anggaran 2022 untuk mengoptimalkan dana desa (DD), guna mengantisipasi terjadinya banjir di pemukiman warga, Pemerintah Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi membangun saluran drainase dengan memanfaatkan dana desa tahun anggaran 2022.

Pembangunan drainase tersebut terletak di RT.07/01, Dusun Puntuk. Penggunaan dana desa ini berdasarkan hasil kesepakatan antara Pemerintah Desa Brangol bersama BPD, LPMD dan tokoh masyarakat melalui musyawarah desa.

Pengerjaan Drainase RT 07 RW 01 Dusun Puntuk

Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid,SE, menilai pembangunan drainase ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat dari berbagai sisi dan aspek. Masyarakat akan mendapatkan berbagai keuntungan dalam pembangunan drainase ini karena sarana pembuangan air sangat diperlukan masyarakat.

“Menghadapi Curah hujan yang begitu tinggi sering mengakibatkan air menggenang di pemukiman warga. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan/sanitasi hingga menimbulkan berbagai ancaman penyakit serius seperti diare, demam berdarah (DB) dan lain-lain, sehingga pembangunan drainase ini untuk segera di selesaikan.” Kata Harun Alrasyid, Kamis (31/03/22).

Untuk anggaran pembangunan drainase ini bersumber dari dana desa tahun 2022 sejumlah Rp. 67.535.000.00, dengan volume sepanjang kurang lebih 137 meter, selain untuk pemberdayaan masyarakat dan memenuhi sarana prasarana yang lain juga di prioritaskan untuk kegiatan percepatan penanganan covid dan pemulihan ekonomi.

Pembangunan drainase ini juga disambut gembira dan tanggapan positif oleh masyarakat setempat. Wahono (39th) salah satu warga RT 07 yang terdampak proyek, menilai pengerjaan drainase ini dampak sosialnya besar dan manfaatnya dapat di rasakan masyarakat. “Dengan drainase ini saluran air lancar, lingkungan menjadi indah tentunya sangat besar manfaatnya untuk kesehatan lingkungan,” paparnya. (bas)

Share and Enjoy !

Shares
Tradisi Ruwahan Masyarakat Desa Brangol Menyambut Ramadhan

Tradisi Ruwahan Masyarakat Desa Brangol Menyambut Ramadhan

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Masyarakat Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadan. Adalah Ruwahan, atau sedekah ruwah yang merupakan upacara penyambutan kedatangan bulan suci Ramadan yang dilaksanakan di Mushola “Kamulyan” Dusun Puntuk, Minggu (270322).

Dalam tradisi ruwah di Mushola “Kamulyan”, semua elemen masyarakat seperti perangkat desa, tokoh masyarakat, ulama, ustad dan warga berduyun-duyun datang membawa tumpeng dalam wadah lengkap dengan lauk pauk dan ayam panggang.

Jamaah Musholla “Kamulyan” Dusun Puntuk dalam tradisi Ruwahan.

Nur Ali Mafut selaku imam Mushola “Kamulyan” mengatakan ruwah berasal dari kata ”arwah ”. Kegiatan ruwah yang dilaksanakan tiap tahun ini merupakan tradisi penghormatan kepada arwah para leluhur sebelum bulan Ramadhan yang berlangsung secara turun-temurun.

Ia menjelaskan tujuan ruwah adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar arwah para leluhur yang telah meninggal dunia diampuni segala dosa-dosanya dan diberi tempat yang layak di sisi Allah SWT. Kemudian mendoakan kita supaya panjang umur dan murah rejeki serta sekaligus memperkuat iman kita.

Nur Ali Mafut yang juga sebagai Ketua BPD berharap agar seluruh warga masyarakat ikut melestarikan nilai-nilai kearifan lokal tradisi desa karena sarat nilai budaya dan agama.

“Mari kita kirim doa, kita doakan keluarga, saudara, kerabat, sahabat yang telah meninggal dunia semoga amal ibadah yang pernah dilakukan di dunia diterima disisi Allah SWT, dengan dilaksanakan ruwah ini artinya kita tetap melestarikan tradisi–tradisi tersebut dan mengajarkan kepada generasi muda untuk lebih menghargai kearifan lokal tradisi dan budaya kita,” kata Mas Nur Ali panggilan akrabnya.

Selanjutnya setelah dibacakan doa dan selesai acara kegiatan, semua tumpeng diserahkan kepada ibu-ibu jamaah untuk dibagikan kepada semua jamaah dan lingkungan dengan tertib. Tujuanya yaitu sebagai bentuk syukur atas rejeki yang telah diperoleh dan memohon keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT. (bs)

Share and Enjoy !

Shares
Gerakan Menanam di Pekarangan Rumah Tangga Desa Brangol

Gerakan Menanam di Pekarangan Rumah Tangga Desa Brangol

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka mensukseskan Visi dan Misi Bupati Ngawi yang salah satunya adalah tercukupinya ketersediaan bahan pangan cukup Gizi dan telah diluncurkannya Program GEMA PARUT (Gerakan Menanam Dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah Tangga). Kepala Desa Brangol melaksanakan survey ke lapangan melihat secara langsung berbagai tanaman yang di tanam warga masyarakat Desa Brangol. Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. Senin (14/03/22).

Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE di dampingi Sekretaris Desa dan Babinsa meninjau tanaman warga dan wawancara langsung mengenai perkembangan dan kesulitan warga terkait program Gema Parut.

“Kegiatan ini akan terus disosialisasikan ke warga masyarakat Desa Brangol agar bisa memanfaatkan tanah pekarangan rumah yang kosong untuk ditanami berbagai jenis tanaman produktif baik itu TOGA ataupun sayur mayur, kedepan diharapkan dari hasil implementasi kegiatan GEMA PARUT akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, tidak bergantung dan terpengaruh pada harga jual dan beli sayur mayur di pasar, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Harun Alrasyid.

Tanaman Kacang Panjang milik Bpk. Suwaji Rt 05/01 Dusun Puntuk

Lebih lanjut Kepala Desa menjelakan Pekarangan merupakan lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tinggal. Lahan ini jika dipelihara dengan baik akan bermanfaat bagi kita. Musim hujan adalah saat yang paling tepat untuk bercocok tanam. Dimana kebutuhan air terpenuhi sehingga kita dapat memanfaatkan pekarangan sekecil apapun untuk menanam tanaman produktif, seperti terong, kacang, lombok, tomat, labu, brambang, buah-buahan dan juga tanaman obat.

Tanaman, Terong, brambang dan lombok milik Bpk Sariyo Rt 04/01 Dusun Puntuk

Untuk memperoleh bibit tanaman pun tidak sulit dan dapat dengan mudah ditemukan. Banyak pedagang di pasar yang menjual bibit tanaman sayur, bahkan kita bisa membuat pembibitan sendiri. Jika dirawat dan dipelihara dengan baik, pekarangan akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi kita.

Untuk kebutuhan memasak, kita cukup memetik cabai, tomat maupun sayuran lainnya dari pekarangan kita sendiri. Dengan demikian akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan belanja sehari-hari. Selain itu kegiatan bercocok tanam di pekarangan juga dapat menyalurkan hobi kita untuk berkebun.

Hijaunya lingkungan sekitar akan memberikan nuansa yang sejuk, nyaman dan asri sehingga membuat kita betah tinggal di rumah. Dengan kata lain menanam tanaman produktif di pekarangan akan memberi keuntungan ganda, yaitu kepuasan jasmani dan rohani.

Dengan adanya program Gema Parut ini semoga masyarakat Desa Brangol tergugah hatinya untuk memanfaatkan lahan kosong dengan tanaman bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan meningkatkan pendapatan. (bas)

Share and Enjoy !

Shares
Musdes dan Musrenbangdes Khusus Perubahan RKP Desa TA 2022 Desa Brangol

Musdes dan Musrenbangdes Khusus Perubahan RKP Desa TA 2022 Desa Brangol

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Pemerintah Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Desa dalam rangka penetapan prioritas penggunaan Dana Desa dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Khusus dalam rangka membahas dan menyepakati perubahan Rkp Desa Tahun Anggaran 2022, bertempat di Aula Pertemuan Desa Brangol, Selasa (08/02/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Karangjati, Suharno, SP, S.Sos. beserta staf, Kepala Desa beserta jajaran Perangkat Desa Brangol, BPD, Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat. Selain itu, turut hadir Ketua TP PKK beserta pengurus, Pendamping Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutan dan arahannya, Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE. menyampaikan hal yang mendasari dilakukan perubahan prioritas penggunaan Dana Desa dan perubahan atas RKPDesa dan APBDesa tahun 2022.

“Musdes dan Musrenbangdessus ini dilaksanakan karena ada perubahan prioritas penggunaan Dana Desa dan perubahan RKP Desa seiring kebijakan Dana Desa Tahun Anggaran 2022″ terang Harun Alrasyid.

Berdasarkan Perpres Nomor 104 Tahun 2021, pasal 5 ayat (4) yang mengamanatkan Dana Desa untuk :

  1. Program perlindungan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai di Desa sebesar paling sedikit 40%
  2. Program Ketahanan Pangan dan hewan paling sedikit 20%
  3. Dukungan kegiatan penanganan Covid-19 paling sedikit 8% dan
  4. Sisanya Program pada sektor prioritas lainnya.

Sehingga dengan adanya perpres tersebut, RKP Desa yang telah disusun Pemerintah Desa mengalami banyak perubahan.

Sementara itu, Ketua BPD Nur Ali Mafut menyampaikan apresiasinya kepada Pemdes Brangol yang telah memfasilitasi Musdes untuk membahas dan menyepakati perubahan prioritas penggunaan Dana Desa sebagai wujud transparansi anggaran dan juga atas kinerja selama ini. Menurutnya, Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa telah menjalankan amanah masyarakat dengan baik.

“Sebelum pelaksanaan musdes ini, Pemerintah desa dan BPD telah melaksanakan pra musdes, kami mohon Pemdes untuk menyampaikan pemaparan tentang perubahan prioritas penggunaan Dana Desa dan perubahan RKP Desa dilanjutkan musyawarah penetapan penerima BLT dan RTLH.” Jelas Nur Ali Mafut.

Setelah dilakukan pembahasan terhadap materi, selanjutnya seluruh peserta musyawarah Desa menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi kesepakatan akhir dari musyawarah Desa dalam rangka penetapan perubahan prioritas Dana Desa tahun 2022 dan menyepakati perubahan Rkp Desa 2022 sebelum dilakukan penyusunan Apbdes 2022. Acara diakhiri dengan Penandatanganan berita acara Musyawarah Desa oleh Kepala Desa, BPD dan perwakilan peserta musyawarah.

Share and Enjoy !

Shares
Monev Kegiatan ADD dan DD di Desa Brangol Tahun 2021

Monev Kegiatan ADD dan DD di Desa Brangol Tahun 2021

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap III, IV, Dana Desa (DD) tahap II,III dan Bantuan KeuanganTahun 2021, Tim Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan ADD dan DD dari Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan ADD – DD di Desa Brangol Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi, bertempat di aula Desa Brangol, Kamis, (23/12/2021)

Tim Monev dipimpin oleh Kasi Pemerintahan Kecamatan Karangjati, Supriyanto,AP. Hadir dalam acara tesebut Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE, Sekretaris Desa, Perangkat Desa, BPD, TPK, Bendahara Desa dan KPMD. Disamping itu hadir pula lengkap Tim Pendamping Desa (PD) Kecamatan Karangjati, maupun Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk Desa Brangol.

Kepala Desa Brangol sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Monev Kecamatan Karangjati. Dan berharap nantinya usai monev pengelolaan keuangan Desa, perangkat Desa bisa melaksanakan dengan baik, serta menerapkan apa yang menjadi arahan ataupun tetap berpedoman dengan regulasi yang ada, Permendagri No.20 Tahun 2018 tentang pengelolaan Keuangan Desa.

Diminta perangkat Desa memahami serta mengikuti materi yang disampaikan oleh Kasi Pemerintahan dan Kasi PMD Kecamatan Karangjati dalam hal ini memberikan materi mulai dari perencanaan, persentase realisasi, pelaporan dan pertanggungjawaban di dalam keuangan Desa. Capaian hasil progres untuk Desa Brangol yang lumayan bagus untuk di pertahankan.

Sementara itu Kasi Pemerintahan Kecamatan Karangjati, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan pembinaan administrasi pemerintahan desa yang telah dilaksanakan rutin setiap tahun. Disamping itu, monitoring dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan kinerja penyelenggaraan pemerintahan pada aspek perencanaan dan pelaksanaan kegiatan desa, organisasi kelembagaan pemerintahan desa, evaluasi serta pelaporan.

“Kegiatan monitoring penyenggaraan pemerintahan adalah kegiatan rutin yang kami lakukan setiap menjelang akhir tahun sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembinaan administrasi sebelumnya diawal tahun untuk memonitor sejauh mana arahan kami diterapkan. Namun, jika masih dirasa ada yang kurang dipahami tentang penyelenggaraan pemerintahan, kami di Kecamatan membuka ruang seluas-luasnya untuk berkoordinasi dengan OPD Kecamatan”, terang Supriyanto,

Kegiatan Monitoring ini juga melakukan pengawasan dan turun langsung ke lapangan dengan melihat hasil fisik yang telah dilaksanakan dari pencairan tahap II dan III pada kegiatan sebagai berikut :

  1. Pembangunan Pavingisasi RT 05 RW 01 Dusun Puntuk.
  2. Normalisasi RT 08 RW 01 Dusun Puntuk.
  3. Pembangunan Pavingisasi RT 05 RW 02 Dusun Brangol.
  4. Drainase RT 02,03 RW 01 Dusun Puntuk

Dari hasil monev ada beberapa saran dan masukan untuk desa di sampaikan oleh Kasi Pemerintahan selaku ketua Tim. Di antaranya menjaga kualitas dan kuantitas pekerjaan sesuai dengan RAB, tertib administrasi dan menjaga progres tepat waktu serta melengkapi beberapa data pendukung yang belum lengkap.

Tanggapan Kepala Desa Brangol menerima baik saran, masukan Tim Monev dan akan secepatnya menindaklanjuti. agar pelaksanaan ADD dan DD di Desa Brangol lebih baik. Selanjutnya semoga untuk anggaran dana desa, alokasi dana desa maupun dana dari bantuan anggaran lainnya, dalam pemanfaatannya bisa gunakan dan bisa dikelola sebaik baiknya dalam penggunaan dana untuk pembanguna desa kedepannya, dengan tujuan Brangol maju bersama.

Share and Enjoy !

Shares
Nguri-Nguri Budaya Adiluhung, Petani Desa Brangol Gelar Labuhan

Nguri-Nguri Budaya Adiluhung, Petani Desa Brangol Gelar Labuhan

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Melestarikan budaya peninggalan leluhur dilakukan kembali sebagian masyarakat petani di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Tradisi menyambut datangnya musim tanam petani menggelar acara “Labuhan” yang dilaksanakan di jalan area persawahan desa, Sabtu, (19/11/21).

Labuhan merupakan suatu tradisi untuk memulai menggarap sawah dengan selamatan atau sodaqoh bumi sebagai wujud rasa syukur atas datangnya musim hujan dan secara bersama sama memanjatkan Doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan suatu harapan satu tahun kedepan hasil petani bisa melimpah ruah dan dijauhkan dari hama penyakit.

Acara di mulai pukul 08:00 Wib dan berlangsung sangat meriah dengan diawali pengajian umum dan diiringi alunan musik tradisional gamelan jawa atau uyon uyon.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, RT/RW Ketua Kelompok Tani, ketua Hippa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sebagian petani yang menggarap sawah di Desa Brangol.

Dalam acara Labuhan ini, Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE. mengucapkan banyak terima kasih kepada semua masyarakat khususnya para petani yang telah melaksanakan kembali tradisi leluhur, Labuhan ini sebagai wujud syukur kita kepada Tuhan yang telah melimpahkan hasil bumi di desa Brangol.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi para petani yang mau melaksanakan kembali, nguri-nguri budaya leluhur ini, dan mari kita lanjutkan dan kita pertahankan acara labuhan ini agar tidak punah dan bisa dipahami oleh anak cucu nantinya, dengan prinsip hidup Agama di tegakkan budaya jangan di lupakan,” tegas Harun Alrasyid, SE.

Sementara itu dalam tauziahnya Kyai Nurwakhid yang juga seorang petani mengatakan, para petani semangat melakukan tradisi tersebut karena sebagai wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil panen kali ini. Dengan datangnya musim hujan ini semoga menjadi hujan yang barokah. Dan berharap di tahun yang akan datang hasil panen bisa meningkat.

“Syukur Alhamdulillah panen kemarin sukses, dengan datangnya musim hujan ini semoga menjadikan hujan yang barokah, untuk menyongsong masa tanam mendatang dan hasilnya bisa lebih bagus lagi, dan kami berharap acara labuhan ini dilaksanakan setiap tahun dan bisa bermanfaat bagi masyarakat” jelasnya.

Di lokasi acara, Ketua Hippa Desa Brangol yang juga memprakarsa acara labuhan, Nur ali Mafut, mengatakan, selain sebagai wujud rasa syukur, ritual kali ini juga untuk mempertahankan tradisi nenek moyang yang sudah lama hilang. Sebab, baru dua tahun ini, dirinya beserta petani mulai melakukan labuhan kembali. “Kegiatan labuhan ini merupakan shodaqohan sebagai wujud syukur yang dilaksanakan sebelum musim tanam padi, semoga tahun depan bisa melaksanakan kembali dengan meriah” pungkasnya.

Share and Enjoy !

Shares
Sumpah Pemuda, Pemda Ngawi Bersama KONI Beri Bonus Atlet Berprestasi

Sumpah Pemuda, Pemda Ngawi Bersama KONI Beri Bonus Atlet Berprestasi

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan apresiasi berupa bonus kepada para atlet dan pelatih asal daerah yang berlaga di PON XX Papua, bertempat di pendopo Widya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu(31/10/21).

Pada acara ngobrol bareng bersama atlet berprestasi Kota Ramah, di hadiri Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, Sekertaris Daerah, M Shodiq Triwidyanto, Ketua Koni Ngawi, Faisol, Kepala Dispora Ngawi, Rudi Sulisdiana, serta para atlet berprestasi di kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi, Mas Ony Anwar mengatakan bahwa pemberian apresiasi tersebut merupakan wujud perhatian Pemkab Ngawi untuk diberikan kepada atlet yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pemuda pemuda olahraga yang telah mengharumkan nama baik daerah dan telah membawa pulang medali emas dan medali perunggu diajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua,” ucap Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Selain itu, Bupati Ngawi juga memberikan himbauan kepada KONI setempat, agar lebih maksimalkan dalam pembinaan pengurus Cabor hingga dapat mencetak atlet yang berprestasi baik ditingkat regional, nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu Ketua Koni Ngawi, Faisol, juga menambahkan, bahwa KONI selalu siap memberikan apresiasi kepada seluruh atlet binaannya yang berprestasi. Disamping itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Konferensi Advokat Indonesia ( KAI ) Ngawi juga menyampaikan harapan terhadap seluruh atlet Kabupaten Ngawi, agar bisa berprestasi demi membawa nama baik Kabupaten Ngawi.

“Untuk itu pertahankan bahkan tingkatkan prestasi yang diraih, selamat kepada atlet yang mendapat reward, dan bagi yang belum terus bersemangat berlatih hingga mencapai prestasi yang maksimal,” pungkasnya.

Share and Enjoy !

Shares
Musdes dan Musrenbangdes Khusus Perubahan RKP Desa TA 2021 Desa Brangol

Musdes dan Musrenbangdes Khusus Perubahan RKP Desa TA 2021 Desa Brangol

BRANGOL.NGAWIKAB.ID Pemerintah Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi menggelar Musyawarah Desa dalam rangka membahas dan menyepakati perubahan penggunaan Dana Desa dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Khusus dalam rangka membahas dan menyepakati perubahan Rkp Desa Tahun Anggaran 2021, bertempat di Aula Pertemuan Desa Brangol, Jumat (29/10/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa beserta jajaran Perangkat Desa Brangol, BPD, Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat. Selain itu, turut hadir Bidan Desa, Pendamping Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Brangol, Harun Alrasyid, SE. menyampaikan hal yang mendasari dilakukan perubahan prioritas penggunaan Dana Desa dan perubahan atas RKPDesa dan APBDesa tahun 2021.

“Musdes dan Musrenbangdessus ini dilaksanakan karena ada perubahan prioritas penggunaan Dana Desa dan perubahan Rkp Desa seiring penambahan pagu pada beberapa kegiatan dari ADD, kemudian BK RT/RW, BK Sarpras dan juga BHPR,” terang Harun Alrasyid, SE.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, terdapat penambahan pagu pada Alokasi Dana Desa atau ADD. “Untuk ADD ada penambahan sebesar 34 juta rupiah dan mendapat Bantuan Keuangan sebesar 300 juta rupiah. Nah, ini yang akan kita bahas bersama dalam musdes, akan dialokasikan untuk kegiatan apa,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua BPD Nur Ali Mafut menyampaikan apresiasinya kepada Pemdes Brangol yang telah menfasilitasi Musdes untuk membahas dan menyepakati perubahan prioritas penggunaan Dana Desa sebagai wujud transparansi anggaran dan juga atas kinerja selama ini. Menurutnya, Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa telah menjalankan amanah masyarakat dengan baik.

Setelah dilakukan pembahasan terhadap materi, selanjutnya seluruh peserta musyawarah Desa menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi kesepakatan akhir dari musyawarah Desa dalam rangka penetapan perubahan prioritas DD tahun 2021 dan menyepakati perubahan Rkp Desa 2021 sebelum dilakukan perubahan Apbdes 2021. Acara diakhiri dengan Penandatanganan berita acara Musyawarah Desa oleh Kepala Desa, Bpd dan perwakilan peserta musyawarah.

Share and Enjoy !

Shares
Deteksi Dini dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular di Desa Brangol

Deteksi Dini dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular di Desa Brangol

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) secara signifkan akan menambah beban masyarakat dan pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, biaya yang besar dan teknologi tinggi. Dalam rangka penanggulangan, deteksi dini dan Pencegahan Penyakit tidak menular (PTM) di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi , rutin setiap bulan setiap tanggal 25 diadakan Paguyuban Penyakit Tidak Menular. Bertempat di aula pertemuan Desa Brangol, Senin, (25/10/2021).

Kegiatan ini merupakan wujud peran serta masyarakat yang bersifat promotif dan preventif dalam kegiatan deteksi dini, monitoring dan tindak lanjut dini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan. Meski ditengah wabah pandemi penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19), penangungjawab program Paguyuban Penyakit Tidak Menular (PTM) UPTD Puskesmas Karangjati bekerja sama dengan kader desa, bulan ini tetap melaksanakan kegiatan paguyuban PTM dengan menggunakan protokol kesehatan dengan jumlah pengunjung yang diperiksa sebanyak 50 orang.

Warga masyarakat yang mengikuti pemeriksaan PTM

Bidan desa yang juga Tim Puskesmas Karangjati, Nitera Ulfa, Amd.Keb mengatakan “Kasus PTM memang tidak ditularkan namun mematikan dan mengakibatkan individu menjadi tidak atau kurang produktif namun PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko melalui deteksi dini, dengan adanya pelayanan paguyuban PTM ini bisa lebih dekat ke masyarakat bagi yang tidak sempat ke puskesmas, sehingga sangat perlu dimanfaatkan sebaik baiknya keberadaan paguyuban PTM ini.” Terang Nitera.

Kegiatan Paguyuban PTM ini hampir mirip dengan posyandu balita. Di dalamnya ada beberapa meja (meja 1 s/d 5) yaitu Meja I : Registrasi, meja II : wawancara oleh petugas pelaksana, meja III : Pengukuran tinggi badan, berat badan, IMT, lingkar perut, analisa lemak tubuh, pengukuran tajam penglihatan / pendengaran, meja IV : Pengukuran tekanan darah, kolesterol total, gula darah, pemeriksaan gangguan mental emosional, meja V : Identifikasi faktor resiko PTM, konseling/edukasi dan tindak lanjut.

Tingginya minat warga yang secara sadar datang ke Paguyuban PTM untuk memeriksakan diri tentang penyakit diabetes, darah tinggi, yang sudah kena stroke, penyakit jantung dan penyakit lainnya, membuat pelaksanaan program ini bisa dibilang sukses mencapai tujuannya. Dan dari hasil pemeriksaan, ada beberapa warga yang terdeteksi menderita Penyakit Tidak Menular ( PTM ). Upaya yang dilakukan adalah melakukan konseling / edukasi serta melakukan upaya rujukan ke Fasilitas Kesehatan agar yang bersangkutan mendapatkan pengobatan semestinya.

Pihak Pemerintah Desa Brangol serta UPTD Puskesmas Karangjati berharap kegiatan Paguyuban PTM ini tetap berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya dan di masa mendatang. Dengan harapan akan lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan dan berupaya secara sadar dan mandiri untuk memelihara serta meningkatkan derajat kesehatannya masyarakat desa Brangol.

Share and Enjoy !

Shares
Unik, Memperingati Maulid Nabi Gelar Wayang Kulit Hadroh di Masjid Desa Brangol

Unik, Memperingati Maulid Nabi Gelar Wayang Kulit Hadroh di Masjid Desa Brangol

BRANGOL.NGAWIKAB.ID – Dalam Rangka memperingati Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW, Masyarakat Desa Brangol, Kecamatan Karangjati menggelar Wayang Kulit kreasi baru dengan diiringi Hadroh Soko Guru dengan ki dalang Wahyu Yoga Ari Respati, seorang tokoh pemuda asli putra Karangjati dengan lakon Syeh Subakir, yang dilaksanakan di serambi Masjid Nurul Hidayah, Dusun Puntuk, Desa Brangol, Senin malam (18/10/21)

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Brangol beserta jajaran Perangkat Desa, BPD, Pengurus Ranting NU Desa Brangol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh agama dan alim ulama, Banser, Jamaah pengajian sekitar 200 orang serta dilaksanakan dengan protokol kesehatan.

Group Hadroh ” Soko Guru” dalam mengiringi Wayang Kulit

Acara di awali pukul 19:00 wib dengan menampilkan Grup Hadroh “Soko Guru” dengan melantunkan lagu qasidah dan sholawatan yang sudah familier di telinga para pecinta salawat dengan diiringi tarian Sufi dan dilanjutkan dengan Tauziyah oleh Kyai Ali Khudlori dari Ngawi.

Kyai Ali Khudlori, tidak lama dalam memberikan tauziah. Pria yang akrab disapa Pak Dhori ini lebih banyak mengajak jamaah untuk merefleksikan peringatan maulid untuk meneladani perilaku Baginda Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian dilanjutkan Pagelaran Wayang Kulit unik kreasi anak muda IPNU Kecamatan Karangjati dengan iringan Hadroh dan sholawatan. Dikatakan unik karena baru pertama kali di laksanakan di Indonesia bahkan di Dunia pagelaran wayang kulit dengan iringan hadroh, menurut penuturan ki dalang Wahyu Yoga Respati.
Pagelaran Wayang Kulit ini menceritakan perjuangan dahwah Syekh Subakir, seorang ulama Wali Songo periode pertama yang dikirim khalifah dari Kesultanan Turki Utsmaniyah Sultan Muhammad I untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Nusantara. Syekh Subakir merupakan ulama besar yang telah menumbal tanah Jawa dari pengaruh negatif makhluk halus saat awal penyebaran ajaran Islam di nusantara terutama di pulau jawa yang saat itu masih merupakan hutan belantara angker yang dipenuhi makhluk halus dan jin-jin jahat.

“Ini menggambarkan tentang perjuangan Syeh Subakir yang sangat berat dalam dahwah menakhluhkan tanah jawa dalam pengaruh negatif makhluh halus karena masyarakat Jawa saat itu sangat memegang teguh kepercayaannya.” Jelas Ki Wahyu Yoga Respati.

Share and Enjoy !

Shares