Sejarah Desa Brangol

Sejarah merupakan serentetan peristiwa pada zaman lampau, zaman sekarang dan masa yang akan datang, yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya baik berupa benda-benda, prasasti, babad dan bukti lainnya yang mendukung. Demikian juga dengan keberadaan berdirinya Desa Brangol sangat sulit dibuktikan pengungkapannya karena keterbatasan bukti pendukung.

Setiap desa atau daerah sudah barang tentu memiliki sejarah dan latar belakang sendiri-sendiri sesuai dengan karakteristik dan kulturnya masing-masing yang merupakan pencerminan ciri kas dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini desa Brangol juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari desa ini yang akan kami tuangkan dalam kisah-kisah di bawah ini.

Dari berbagai sumber yang dapat ditelusuri dan digali tentang asal – usulnya,  desa Brangol memiliki banyak versi cerita yang cukup bervariasi. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya tempat yang dikeramatkan ataupun kejadian –kejadian jaman dahulu oleh masyarakat yang kemudian dijadikan sebuah nama.

Dari berbagai sumber yang dapat ditelusuri dan digali tentang asal – usulnya, desa Brangol memiliki banyak versi cerita yang cukup bervariasi. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya tempat yang dikeramatkan ataupun kejadian –kejadian jaman dahulu oleh masyarakat yang kemudian dijadikan sebuah nama.

Konon ceritanya, desa Brangol tercermin dari kejadian pada waktu prajurit Mataram kesulitan akan menyeberang sungai, pada waktu itu di sungai tersebut ada tonggak kayu yang nongol atau menonjol dan di gunakan untuk menyebrang, sehingga oleh prajurit Mataram kejadian tersebut di gabung antara nyebrang dan kayu nongol menjadi kata “Brang”-“ngol” yang selanjutnya di sabdakan “mbesok nek enek rejaning jaman diarani Deso Brangol” (lg. Java) yang di saksikan para prajurit mataram dan warga sekitar. Akhirnya sabda tersebut menjadi kenyataan dan desa ini dinamai pula desa “Brangol”. Awalnya desa brangol hanya meliputi wilayah Tawangrejo,Sumberjati, dan Ndawung.

Dari berbagai sumber yang dapat ditelusuri dan digali tentang asal – usulnya,  desa Brangol memiliki banyak versi cerita yang cukup bervariasi. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya tempat yang dikeramatkan ataupun kejadian –kejadian jaman dahulu oleh masyarakat yang kemudian dijadikan sebuah nama.

Konon ceritanya, desa Brangol tercermin dari kejadian pada waktu prajurit Mataram yang akan menyeberang sungai, pada waktu itu di sungai tersebut ada tonggak kayu yang nongol atau menonjol untuk menyebrang, sehingga oleh prajurit Mataram kejadian tersebut di gambung antara nyebrang dan kayu nongol menjadi kata “Brang”-“ngol” yang selanjutnya di sabdakan “mbesok nek enek rejaneng jaman diarani Deso Brangol” (lg. Java)yang di saksikan para prajurit mataram dan warga sekitar. Akhirnya sabda tersebut menjadi kenyataan dan desa ini dinamai pula desa “Brangol”. Awalnya desa brangol hanya meliputi wilayah Tawangrejo,Sumberjati, dan Ndawung.

Warga desa Brangol yang terkenal sejak jaman dahulu sebagai masyarakat yang cinta damai dan suka menolong sesama serta semangat gotong royong yang sangat tinggi, dapat ditelusuri dan dilihat dari kejadian yang terpuji yaitu pada suatu ketika ada orang yang meninggal di tengah sawah tepatnya di dusun Puntuk Desa Sambiroto Kecamatan Padas (bukan penduduk desa Brangol) yang tidak terurus/ terlantar atau tanpa identitas, karena rasa kemanusiaan oleh masyarakat Brangol Mayat tersebut di pulasara (diramut) di kubur dengan baik di pemakaman umum Desa. Sebagai penghargaan atas kebaikan dan ketulusan masyarakat Brangol, dusun Puntuk yang dulunya wilayah Desa Sambiroto diberikan kepada Desa Brangol, yang pada waktu itu wilayah Puntuk mempunyai luas 11 kulen wilayah sawah dan diberi juga satu pamong (Perangkat Desa) beserta bengkoknya (13 Are) dan wilayah pemukiman juga langsung digabungkan dengan Desa Brangol.

Demikian Riwayat singkat Sejarah Desa Brangol, sebuah desa kecil yang berada di Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi Warga Desa Brangol dan umumnya untuk semua Masyarakat Kabupaten Ngawi.

Sejarah Pemerintahan Desa Brangol

Dahulunya Desa Brangol terdiri dari beberapa blok atau lingkungan yang diantaranya Tawangrejo, Sumberjati dan Ndawung yang akhirnya bertambah dari tanah pemberian Desa Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi yaitu wilayah Puntuk. Pemerintahan desa Brangol dipimpin oleh seorang Lurah yang dibantu Carik, Kamituwo Jajar, Kamituwo Seper, Jogo Boyo, Modin, Kebayan dan Uceng. Mereka semua menjalankan pekerjaannya yang sesuai dengan tugasnya masing-masing dengan baik, sebagai imbalan atas pelayanan kepada masyarakat mereka diberi lahan sawah atau tanah bengkok. Tiap dusun dipimpin oleh seorang kamituwo yang membawahi RT/RW yang dibantu Kebayan serta lembaga lain dan juga Jogo Boyo sebagai penanggungjawab keamanan.

Brangol yang sebelumnya mempunyai beberapa Blok/lingkungan selanjutnya pada masa orde baru diubah menjadi 2 Dusun yang masing-masing dipimpin oleh seorang kamituwo dan sekarang di sebut Kepala Dusun :

1. Dusun Puntuk

2. Dusun Brangol

Namun hal ini tetap tidak merubah status catatan administrasi yang ada di kabupaten Ngawi. Sehingga penggabungan ini hanya bersifat pengefisienan kinerja para pejabat pemerintah desa.

Tidak banyak yang tahu tentang berapa Kepala Desa / lurah yang sudah pernah memimpin desa Brangol Namun dari beberapa sumber dan sesepuh Desa dapat disimpulkan kepemimpinan Desa Brangol mengalami 12 masa Kepemimpinan yaitu :

  1. Periode I : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah Kriyo, masa kepemimpinan Th. 1880 s/d 1898 tunjukkan oleh Belanda;
  2. Periode II : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah Gablok masa kepemimpinan Th. 1898 s/d 1900 ;
  3. Periode III : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah Sonoredjo masa kepemimpinan Th. 1900 s/d 1924 (Pilihan Lurah mendapat 41 biting vs 40);
  4. Periode IV : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah Gunoredjo masa kepemimpinan Th. 1924 s/d 1943;
  5. Periode V : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah Joyo Soewarno masa kepemimpinan Th. 1943 s/d 1963, berhenti karena Meninggal Dunia;
  6. Periode VI : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah Soedji , masa kepemimpinan Th. 1963 s/d 1965, berhenti akibat politik;
  7. Periode VII : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Bpk. Sapari, tunjukan pemerintah dari Polri, masa kepemimpinan Th. 1966 s/d 1968;
  8. Periode VIII : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Bpk. Soejono, tunjukan pemerintah dari Purna Polri, masa kepemimpinan Th. 1968 s/d 1976;
  9. Periode IX : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Bpk. Soewandi, tunjukan pemerintah dari Purna Polri, masa kepemimpinan Th. 1976 s/d 1982;
  10. Periode X : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Mbah H.Djirin Mulyo Admodjo, , masa kepemimpinan Th. 1982 s/d 2002;
  11. Periode XI : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Pak Yono, masa kepemimpinan Th. 2002 s/d 2014;
  12. Periode XII : Kepala Desa/Lurah Brangol di pimpin Bp. Harun Alrasyid, SE. , masa kepemimpinan Th. 2015 s/d sekarang;

Share and Enjoy !

Shares